Kompas.com - 17/06/2020, 18:20 WIB
Tim UGM PRIDE berhasil meraih juara pertama pada gim DotA 2 dari gelaran Indonesia Esports League (IEL) University Super Series yang diselenggarakan pada 11-12 Juni 2020 lalu. Dok. UGMTim UGM PRIDE berhasil meraih juara pertama pada gim DotA 2 dari gelaran Indonesia Esports League (IEL) University Super Series yang diselenggarakan pada 11-12 Juni 2020 lalu.

KOMPAS.com - Tim UGM PRIDE berhasil meraih juara pertama pada gim DotA 2 dari gelaran Indonesia Esports League (IEL) University Super Series yang diselenggarakan pada 11-12 Juni 2020 lalu.

Tim Esports UGM ini berhasil menjadi jawara pada cabang DotA 2 setelah menang telak 2-0 atas Kwik Kian Gie School of Business pada pertandingan grand final.

"Tim UGM PRIDE berhasil melaju ke babak grand final setelah menang telak dengan skor 2-0 atas Tim Esports Universitas Indonesia (UI) dan di final juga berhasil menaklukan tim Kwik Kian Gie School of Business dengan skor 2-0," kata salah satu anggota UGM PRIDE, Erwin Ginting dikutip dari laman UGM.

Erwin menyebutkan UGM PRIDE terdiri dari dua tim berbeda yang sering memenangkan kompetisi.

Penggabungan tim ditujukan untukmemperkuat tim dalam gelaran IEL. Tim yang dibentuk pada September 2019 lalu itu beranggotakan Hasyim Muhammad (Fakultas Teknik), Michael Edrick (FMIPA), Muhammad Amin (Fakultas Ekonomika dan Bisnis), Julian Edo Hartono (FMIPA), Cahya Bela Nuswantara (Fakultas Ilmu Budaya), dan Erwin Ginting (Fakultas Hukum)

Ia menjelaskan secara garis besar pola permainan DotA 2 mirip olahraga konvensional yakni catur.

Baca juga: Daya Tampung UGM di SBMPTN 2020, Kampus Terbaik Indonesia Versi QS WUR

Perbedaannya adalah jika pada permainan catur, satu pemain mengendalikan semua bidak yakni prajurit, ratu, raja, kuda, dan benteng, tetapi pada DotA 2 masing masing bidak dikontrol oleh satu orang pemain.

Dalam DotA 2 sendiri, terdapat 5 bidak yang kemudian diistilahkan sebagai hero. Tugas hero ini cukup sederhana yakni menghancurkan base atau markas tim lawan.

“Di sinilah letak keasyikan permainan DotA 2, setiap hero memiliki fungsi permainan masing-masing. Ada yang bertindak sebagai penyerang utama, pelindung tim, pendukung penyerang atau bisa juga sebagai penyembuh dari serangan dan mengembalikan keadaan pertempuran,” imbuh mahasiswa Fakultas Hukum ini.

Gim DotA 2 memiliki sistem permainan layaknya permainan catur. Sebelum pemain dapat menghancurkan markas lawan, pemain pun dituntut untuk merubuhkan satu persatu benteng/menara penyerang dari lawan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X