Dirjen Vokasi Buka Bantuan Pelatihan Kecakapan Kerja dan Wirausaha, Ini Tautannya

Kompas.com - 18/06/2020, 14:14 WIB
Ilustrasi. Pelatihan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pelatihan Kecakapan Kewirausahaan (PKW) yang diluncurkan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud. DOK. DIRJEN PENDIDIKAN VOKASIIlustrasi. Pelatihan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pelatihan Kecakapan Kewirausahaan (PKW) yang diluncurkan Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud.

KOMPAS.com - Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan dua Program Kecakapan Keterampilan (PKK) dan Program Keterampilan Kewirausahaan (PKW).

Program ini bertujuan agar warga masyarakat memiliki keterampilan dan jiwa berwirausaha. Program ditujukan bagi mereka berusia 15 hingga 30 tahun, dan juga bagi mereka putus sekolah.

Selain itu program juga terbuka bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan atau tengah belajar paket C serta masyarakat kurang mampu.

Dirjen Pendidikan dan Vokasi Wikan Sakarinto, Rabu (17/6/2020) menyampaikan program berjalan mulai bulan Juni hingga Desember 2020.

Lebih jauh Sakarinto menjelaskan tujuan dari kedua program tersebut.

Baca juga: Pilih Vokasi atau S1? Ini Saran dari Dirjen Vokasi Wikan Sakarinto

 

Program Kecakapan Keterampilan

"PKK bertujuan mendidikan dan melatih warga masyarakat dengan keterampilan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja," jelasnya.

Harapannya, ke depan masyrakat memiliki kompetensi di bidang keterampilan tertentu yang dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi untuk berkerja terserap di dunia usaha dan industri. serta menjadi peluang kerja.

Ia menerangkan dalam PKK ada empat sektor menjadi priorotas, diantaranya pada fokus revitalisasi pendidikan.

"Empat (sektor) itu mesin dan kontruksi, ekonomi kreatif, keramahan dan layanan perawatan," jelas mantan Dekan UGM.

Program Keterampilan Kewirausahaan

Sakarinto melanjutkan, "sedangkan PKW dapat menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam.mengelola diri dan lingkungan, bekal berwirasusaha. Disisi lain sebagai motivasi dalam menciptakan rintisan usaha baru serta pendampingan untuk dapat berkembang dimasyarakat."

 

"Ke depan mereka menjadi warga masyarakat yang terampil sesuai dengan kebutuhan serta bermitra dengan usaha mikro kecil dan menengah," tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan program ini harus didukung dan perlu partisipasi aktif banyak pihak baik pemerintah pusat maupun daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.

"Perlu kerja sama semua pihak agar perjodohan ini berhasil baik pusat, daerah maupun stakeholder," terangnya.

Baca juga: Akademisi IPB: Agar Pendidikan Vokasi Tak Lagi jadi Pilihan Kedua

Ia menyampaikan hal itu sejalan dengan arahan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, yang menekankan pentingnya semangat "pernikahan massal" vokasi dan industri dan juga memperkuat kemerdekaan belajar dalam mendidik SDM bangsa.

Peserta didik yang tertarik mengikuti program ini dapat  Kemendikbud di https://kursus.kemdikbud.go.id/



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X