Mahasiswa Indonesia Juarai Kompetisi Covid-19 Internasional

Kompas.com - 30/06/2020, 16:41 WIB
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2016, Adriana Viola Miranda, yang tergabung dalam tim bernama AMIGO, berhasil menjuarai kompetisi internasional bertajuk MIT COVID-19 Challenge: Latin America vs COVID-19, pada kategori ?Track B. New Ways to Deliver Care in a COVID-19 World?. Dok. Humas UIMahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2016, Adriana Viola Miranda, yang tergabung dalam tim bernama AMIGO, berhasil menjuarai kompetisi internasional bertajuk MIT COVID-19 Challenge: Latin America vs COVID-19, pada kategori ?Track B. New Ways to Deliver Care in a COVID-19 World?.

KOMPAS.com - Mahasiswa Indonesia dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ( FKUI) angkatan 2016, Adriana Viola Miranda, yang tergabung dalam tim bernama AMIGO, berhasil menjuarai kompetisi internasional bertajuk MIT COVID-19 Challenge: Latin America vs COVID-19, pada kategori “Track B. New Ways to Deliver Care in a COVID-19 World”.

Melalui kompetisi ini, Adriana dan tim menawarkan solusi berupa pelayanan kesehatan dengan sistem telemedicine berbasis WhatsApp atau SMS bagi yang tidak memiliki akses ke internet, agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang memadai bagi populasi rentan dengan kondisi kronis.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat tersebut berlangsung pada 19 – 21 Juni 2020 yang dilakukan secara daring.

Adriana menjadi satu-satunya mahasiswa dari Indonesia di dalam Tim AMIGO, yang anggotanya berasal dari berbagai negara, yaitu Chili, Brasil, Argentina, Sri Lanka, dan Amerika Serikat.

Anggota tim ini pun memiliki latar belakang profesi yang beragam mulai dari dokter, pakar kesehatan masyarakat, hingga ahli bioteknologi. Hanya Adriana dalam tim ini yang masih berstatus mahasiswi kedokteran.

Terkait solusi telemedicine yang ditawarkan oleh tim, Adriana menjelaskan. “Dengan menggunakan machine learning, AMIGO berharap sistem ini mampu menjadi teman bagi para pasien dengan mengirimkan pesan-pesan untuk memantau gejala, konsumsi obat, serta membantu penjadwalan konsultasi ke rumah sakit.

Ke depannya, AMIGO akan dikembangkan untuk dapat mentriase kebutuhan pasien berdasarkan gejalanya.

Saat ini, tim AMIGO sedang dalam proses bekerja sama untuk pilot study dengan sebuah rumah sakit di Chili.

"Harapan saya solusi yang dibawakan AMIGO ke depannya dapat diimplementasikan juga di Indonesia,” lanjutnya.

Baca juga: UI Gandeng Facebook Sinergikan Big Data Untuk Riset COVID-19

Secara garis besar, tantangan yang dihadapi oleh Adriana dan kawan-kawan di trek B adalah mencarikan metode pelayanan kesehatan selama COVID-19 yang dapat memastikan keselamatan pasien.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X