Mahasiswa, Berikut 5 Tips Jaga Kesehatan Mental Selama Pandemi

Kompas.com - 29/07/2020, 10:13 WIB
Olahraga mengenakan masker. SHUTTERSTOCKOlahraga mengenakan masker.
|

KOMPAS.com - Meski di rumah saja dan sudah menjadi kebiasaan baru, namun mahasiswa harus bisa menjaga diri dan kesehatan mental.

Dikatakan jaga kesehatan mental tentu karena saat ini mahasiswa mengikuti kuliah daring dari rumah. Artinya, mahasiswa kini lebih banyak berada di rumah.

Tanpa disadari dalam kondisi saat ini yang menjalani karantina di rumah masing-masing bisa berpengaruh pada kesehatan mental.

Baca juga: Tips Gemar Menabung bagi Pelajar/Mahasiswa, Daripada Jajan Terus!

Perlu diketahui, ada beberapa contoh gangguan kesehatan mental saat pandemi, seperti:

1. Ketakutan atau kecemasan berlebih terhadap wabah.

2. Perubahan pola makan dan pola tidur.

3. Bosan dan stres karena terlalu lama berada dirumah.

4. Sampai memburuknya kesehatan fisik dan gangguan psikomatis.

Meski demikian, ada beberapa tips yang bisa dilakukan para mahasiswa untuk menjaga kesehatan mental.

Melansir akun resmi Instagram Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), Selasa (28/7/2020), berikut ini tipsnya.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental:

1. Konsumsi makanan bergizi

Makanan menjadi penting bagi tubuh. Konsumsi makanan sehat yang mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat.

Tubuh yang sehat secara langsung atau tidak ternyata berpengaruh terhadap kesehatan mental.

2. Lakukan aktivitas fisik

Mengikuti tren bersepeda bisa jadi pilihan mahasiswa untuk tetap berolahraga. Atau bisa juga dengan olahraga lainnya.

Aktivitas fisik akan mempengaruhi tubuh dalam memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood.

3. Bijak memilah informasi

Pilihlah informasi yang didapatkan dari sumber terpercaya. Batasi waktu menonton, membaca, atau mendengar berita mengenai pandemi untuk mengurangi rasa cemas.

4. Berkomunikasi dengan keluarga dan sahabat

Ceritakan kekhawatiran dan kecemasan yang dirasakan pada anggota keluarga atau sahabat. Luangkan waktu agar bisa berkomunikasi dengan mereka.

5. Hentikan kebiasaan buruk

Kebiasaan buruk apapun sebaiknya perlu dihentikan untuk mengatasi kekurangan istirahat. Begadang juga bukan hal yang baik.

Baca juga: Jadi Mahasiswa di Australia, Ini 5 Kerja Paruh Waktu Paling Digemari

Karena kurang istirahat pada dasarnya membuat mahasiswa dapat lebih mudah mengalami kecemasan dan ketidakstabilan mood.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X