Buku Minggu Ini: 5 Pilihan Buku Favorit Barack Obama

Kompas.com - 09/08/2020, 11:50 WIB
Dalam gambar ini dari video yang disediakan oleh My Brothers Keeper Alliance dan The Obama Foundation, mantan Presiden AS Barack Obama berbicara pada Rabu, 3 Juni 2020, selama acara virtual di balai kota dengan kaum muda untuk membahas kerusuhan sipil yang terjadi setelah pembunuhan George Floyd oleh polisi di Minneapolis. AP/My Brothers Keeper Alliance and The Obama FoundationDalam gambar ini dari video yang disediakan oleh My Brothers Keeper Alliance dan The Obama Foundation, mantan Presiden AS Barack Obama berbicara pada Rabu, 3 Juni 2020, selama acara virtual di balai kota dengan kaum muda untuk membahas kerusuhan sipil yang terjadi setelah pembunuhan George Floyd oleh polisi di Minneapolis.

KOMPAS.com - Di tengah kesehariannya menjadi politisi, ternyata mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyempatkan waktu untuk membaca buku.

Pada akhir tahun lalu, Obama meliris puluhan buku favorit yang telah dibacanya sepanjang tahun melalui akun instagram pribadi.

Sosok yang berhasil menjadi presiden Amerika Serikat selama dua periode dan juga pernah tinggal di Indonesia itu, memang memiliki tradisi memberikan rekomendasi bacaan, musik dan film di setiap akhir tahun lewat media sosial.

Rekomendasi buku dari Obama pun bermacam-macam, dari buku nonfiksi hingga novel sastra.

Baca juga: 5 Komik Edukatif untuk Anak: Sains dan Matematika jadi Menyenangkan

Gramedia Digital memilih 5 buku dari sekian banyak buku favorit Barack Obama yang bisa dinikmati oleh para pembaca di Indonesia.

Berikut 5 buku yang bisa menjadi "teman" di akhir pekan dan dapat diakses melalui Gramedia Digital:

1. The Shallows - Nicholas Carr

The Shallows - Nicholas Carrdok. Gramedia Digital The Shallows - Nicholas Carr

Buku pertama yang masuk dalam daftar favorit Barack Obama adalah karya dari finalis Pulitzer 2011, Nicholas Carr yang berjudul The Shallows.

The Shallows akan mengajak para pembacanya untuk berpikir: "Apakah internet benar-benar dapat mendangkalkan cara berpikir manusia?”

Tak bisa dipungkiri, internet dapat memberikan kemudahan dan kesenangan. Namun, di sisi lain juga mengorbankan kemampuan manusia dalam berpikir kritis.

Baca juga: Ingin Kuliah S1-S2 ke Selandia Baru? Ada Beasiswa Senilai Rp 100 Juta

Halaman:


Sumber Gramedia
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X