88 Persen Siswanya Tak Punya Internet, Warga Inisiasi "Ruang Kembali Belajar"

Kompas.com - 10/08/2020, 07:00 WIB
Lokasi Ruang Kembali Belajar berada di balai warga Sanggar Berase Petamburan RT 10 dan Mushola At-Tawadhu. Setiap harinya ada 30 anak yang belajar sejak pukul 06.30 - 14.00 WIB. Dok. KitabisaLokasi Ruang Kembali Belajar berada di balai warga Sanggar Berase Petamburan RT 10 dan Mushola At-Tawadhu. Setiap harinya ada 30 anak yang belajar sejak pukul 06.30 - 14.00 WIB.

KOMPAS.com - Survei langsung yang dilakukan oleh tim Indonesia Resilience (Ires) bersama Karang Taruna Petamburan menemukan, sebanyak 88 persen pelajar di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat kesulitan mengakses Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ).

Sebanyak 80 dari 91 pelajar kawasan tersebut tidak bisa mengikuti pembelajaran daring yang telah disiapkan sekolah akibat tidak memiliki gawai sendiri serta adanya keterbatasan kuota internet untuk proses PJJ.

Dewi misalnya, ibu dari salah satu pelajar turut mengeluhkan biaya PJJ yang tak sedikit.

“Saya jadi pusing kalau sekolah sistemnya kaya gini. Apalagi 3 anak saya udah sekolah semua, pengeluaran bertambah tapi pemasukan sedikit, harus muter otak saya mas jadinya," tuturnya.

Baca juga: Nadiem Izinkan Dana BOS Dipakai Beli Kuota Internet Siswa dan Guru

Tak menyerah dengan situasi, para warga bersama Kitabisa.com, Indonesia Resilience (Ires) dan Karang Taruna Petamburan melakukan gotong-royong dengan membuat "Ruang Kembali Belajar" di Mushola dan Balai Warga.

Ruang Kembali Belajar tersebut sudah digunakan sejak Senin (3/8/2020)  dan menyediakan meja, kursi, wifi, gawai serta ATK untuk siswa.

Kini, setiap hari ada sekitar 30 siswa yang belajar sejak pukul 06.30 - 14.00 WIB.

“Tak sedikit pula orang tua anak di sekitaran kelurahan Petamburan mengeluhkan sistem
pendidikan saat ini, makanya kami mengajak Ires dan Karang Taruna untuk bersama mewujudkannya, ” ujar Satria, Manager Program Kitabisa.com dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (7/8/2020).

Baca juga: Minta Maaf, Nadiem Berharap Muhammadiyah, NU dan PGRI Kembali ke POP

Guna memastikan kesehatan para siswa, Ruang Kembali Belajar turut menerapkan protokol kesehatan covid-19 seperti pengecekan suhu tubuh saat akan memulai kelas, penggunaan masker maupun face shield yang sudah disediakan serta mencuci tangan sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung.

Menariknya, selama belajar para siswa ditemani Kakak Pendamping (relawan) dari Ires serta Karang Taruna untuk membantu proses belajar.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X