Bantu Siswa Belajar Online, Warga Ini Berikan Akses Internet Gratis

Kompas.com - 13/08/2020, 18:54 WIB
Imam Sumantri menghibahkan jaringan internet di rumahnya untuk para siswa belajar daring. Dok. Disdik JabarImam Sumantri menghibahkan jaringan internet di rumahnya untuk para siswa belajar daring.

KOMPAS.com - Pemilik toko listrik bernama Imam Sumantri merupakan penggagas internet gratis untuk para siswa yang belajar daring (online) di lingkungan rumahnya.

Inisiatif untuk menyediakan akses internet gratis berawal dari seorang pembeli yang enggan membeli bohlam (lampu) yang bagus dengan alasan uangnya habis untuk membeli kuota.

"Begitu Covid, saat ada pembeli yang saya tanya kenapa enggak membeli bohlam (lampu) yang bagus, mereka bilang ah boro-boro buat beli bohlam bagus, uangnya juga kepotong buat beli kuota," tutur Imam, di Bandung, Kamis (13/8/2020), seperti dilansir dari laman Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Imam yang berdomisili di Kota Bandung itu lantas tergerak membantu para orang tua di lingkungan tempat tinggalnya yang kesulitan membeli kuota internet untuk putra putrinya mengikuti pembelajaran jarak jauh ( PJJ).

Baca juga: Siswa Terpapar Covid-19 Akibat Tatap Muka, Ini Klarifikasi Kemendikbud

Ia mengungkap, telah memasang 2 jaringan internet jauh sebelum ada Covid. Namun, baru kali ini ia membuka aksesnya untuk anak-anak sekolah yang membutuhkan.

"Awalnya, setiap siswa saya kasih password. Tapi, sekarang password-nya saya tempel biar semua orang bisa mengakses," ungkapnya.

Jadi inspirasi banyak orang

Imam Sumantri menghibahkan jaringan internet di rumahnya untuk para siswa belajar daring.Dok. Disdik Jabar Imam Sumantri menghibahkan jaringan internet di rumahnya untuk para siswa belajar daring.

Imam bercerita bila dia awal memberikan akses internet gratis, ia menggelar pembelajaran daring ini di dalam rumah.

"Namun, semenjak diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan ada larangan berkumpul di dalam ruangan, kami sembunyi-sembunyi melaksanakannya karena takut," tuturnya.

Baca juga: Nadiem Izinkan Dana BOS Dipakai Beli Kuota Internet Siswa dan Guru

Setelah ada pergantian lurah baru, kata dia, ia sangat didukung dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X