5 PTN dan Kementerian PUPR Gelar Program Master Super Spesialis

Kompas.com - 26/08/2020, 12:16 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam Dok. KemendikbudDirektur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam

KOMPAS.com - Guna menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) kompeten bidang infrastruktur, BPSDM Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama lima Perguruan Tinggi Negeri ( PTN) selenggarakan program Master Super Spesialis.

Dalam program Magister Super Spesialis bidang infrastruktur, Kementerian PUPR menggandeng Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengatakan, pembangunan infrastruktur membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi dan spesifikasi tertentu.

Oleh karena itu, kata dia, perguruan tinggi memiliki peran vital dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur.

Baca juga: Beasiswa S1 Tanoto Foundation, dari Biaya Kuliah hingga Tunjangan Bulanan

“Apresiasi kepada Menteri PUPR yang telah menginisiasi dan menginspirasi suatu program yang berkaitan erat dengan pembangunan infrastruktur,” ujar Nizam seperti dilansir dari laman Kemendikbud, Rabu (26/5/2020).

Lebih lanjut dijelaskan, pembentukan SDM dengan kompetensi dan spesifikasi khusus dalam pembangunan infrastruktur, terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu aspek spesialis dan aspek generalis.

Selain memahami ilmu-ilmu teknis, lanjut Nizam, para insinyur juga dituntut untuk memiliki pemahaman terkait budaya, sosiologi maupun antropologi masyarakat sehingga dapat melakukan pendekatan-pendekatan dengan masyarakat yang menjadi sasaran pembangunan.

“Dua aspek ini harus dikuasai oleh para insinyur kita. Di satu sisi membutuhkan kemampuan yang lebih luas. Di sisi lain terkait keilmuan, dibutuhkan kecakapan-kecakapan yang spesifik,” jelas Nizam.

Baca juga: Kemendikbud: Daftar 15 PTN yang Masuk Klaster 1 Perguruan Tinggi

Nizam berharap para karyasiswa program super spesialis dapat dengan tekun menuntaskan dan mengaplikasikan ilmu dan keahlian yang diperoleh untuk kelancaran pembangunan infrastruktur nasional.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menguraikan bahwa program Magister Super Spesialis merupakan salah satu upaya dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Ia berharap program ini dapat mencetak tenaga super spesialis berdasarkan problem pembangunan infrastruktur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X