Kompas.com - 05/10/2020, 08:35 WIB
Universitas Brawijaya ShutterstockUniversitas Brawijaya
|

2. Jika hasil diagnosis dini dari kecerdasan buatan bernilai ≥50 persen maka sangat dianjurkan kepada pengguna agar segera melakukan pengecekan lebih lanjut menggunakan alat yang lebih canggih di rumah sakit.

3. Jika didapatkan peluang ≤49 persen, disarankan pengguna:

  • lebih menjaga kesehatan
  • istirahat yang cukup
  • melakukan olahraga rutin

"Namun jika gejala sakit dada muncul atau bertambah parah dianjurkan segera check-up ke dokter," imbuhnya.

Ia berharap dengan desain alat yang mereka buat bisa turut mengurangi angka kematian akibat kurangnya kewaspadaan terhadap penyakit jantung.

Baca juga: Mahasiswa UB: Pakai Enzim Ini, Sampah Plastik Terurai Cepat

"AID dibuat sebagai solusi dalam pemerataan fasilitas kesehatan ke seluruh Wilayah Indonesia serta pengurangan jumlah kematian yang di akibatkan oleh penyakit jantung dengan cara melakukan diagnosis dini," jelas Aldi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.