LDBI dan NSDC 2020, Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis lewat Kompetisi Debat

Kompas.com - 19/10/2020, 07:23 WIB
Kemendikbud melalui Puspresnas menggelar kompetisi debat siswa yang berlangsung 17-21 Oktober 2020 untuk LDBI (Lomba Debat Bahasa Indonesia) dan 23-27 Oktober 2020 untuk National School Debating Championship (NSDC). DOK. PUSPRESNAS/KEMENDIKBUDKemendikbud melalui Puspresnas menggelar kompetisi debat siswa yang berlangsung 17-21 Oktober 2020 untuk LDBI (Lomba Debat Bahasa Indonesia) dan 23-27 Oktober 2020 untuk National School Debating Championship (NSDC).

KOMPAS.com - Kemendikbud kembali melaksanakan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National School Debating Championship (NSDC) untuk jenjang SMA, yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di Bandung,

Gelaran berlangsung 17-21 Oktober 2020 untuk LDBI dan 23-27 Oktober 2020 untuk NSDC.

Sebanyak 3.100 peserta LDBI dan 2.200 peserta NSDC telah mengikuti seleksi tingkat provinsi hingga akhirnya 105 peserta LDBI dan 105 peserta NSDC berhasil melenggang ke kompetisi tingkat nasional mewakili 34 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri.

Selain untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menyampaikan pendapat dan berlatih menjadi pendengar yang baik dengan lawan bicara, LDBI dan NSDC juga bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, konstruktif dan responsif terhadap isu-isu aktual yang sedang berkembang, baik nasional maupun internasional.

Baca juga: Ini Dia Jawara Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia 2020, Siapa Saja?

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Membangun kompetensi dan integritas

Asep Sukmayadi, Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional mengatakan pada pandemi ini keterampilan pemecahan masalah, berpikir kreatif dan kritis menjadi salah satu modal untuk memiliki daya tahan dan daya saing dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat.

“Melalui keterampilan berpikir kritis kita akan dilatih untuk memiliki elemen dasar dalam memecahkan masalah, yaitu Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, dan Overview,” ungkap Asep.

Ia meyakini, para peserta LDBI dan NSDC memiliki kemampuan untuk menjadi individu lebih tangguh dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan yang menghadang di depan mata.

“Adik-adik akan manjadi embrio dari lahirnya advokat-advokat masa depan Indonesia yang akan mengawal perubahan-perubahan besar yang dikehendaki bangsa ini melalui kekuatan pikiran, kekuatan reasoning, dan kekuatan kompetensi yang bisa dimiliki, apapun nanti profesi yang akan digeluti,” imbuhnya.

Sebelum secara resmi membuka LDBI dan NSDC, Asep juga berpesan kepada peserta agar tetap menjunjung tinggi kejujuran dalam berkompetisi.

Ia menegaskan sesungguhnya seorang pemenang bukanlah mereka yang hanya memiliki kompetensi unggul tapi juga adalah mereka yang memiliki integritas dan karakter mulia.

Dari kompetisi NSDC ini, 25 best speaker (pembicara terbaik) akan diikutkan dalam training camp seleksi delegasi Indonesia untuk WSDC 2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X