Kompas.com - 20/10/2020, 13:43 WIB

KOMPAS.com - Sejak seleksi program Beasiswa Unggulan dibuka tanggal 21 September hingga 3 Oktober 2020 lalu, sebanyak 85.000 akun telah mendaftar di program Beasiswa Unggulan dan sekitar 17.000 di antaranya telah memenuhi kriteria seleksi.

Besarnya animo masyarakat untuk mengikuti program ini mendorong Kemendikbud untuk meningkatkan layanan Beasiswa Unggulan di tahun berikutnya.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbud Abdul Kahar menyemangati calon penerima Beasiswa Unggulan agar memiliki rasa percaya diri untuk berkompetisi secara nasional.

Baca juga: Seleksi Tahap 2 Beasiswa Unggulan Kemendikbud Dimulai, Ini Jadwalnya

“Jangan pernah men-downgrade diri Anda sendiri sementara Anda punya potensi yang besar,” ucapnya seperti dilansir dari laman Kemendikbud, Selasa (20/10/2020).

Kriteria penerima beasiswa

Kemendikbud menyebut telah memilih 2.000 orang calon penerima Beasiswa Unggulan yang dinyatakan lolos untuk mengikuti tahap wawancara.

Dengan memperhatikan situasi pandemi global tak terkecuali di Indonesia, panitia penyelenggara Beasiswa Unggulan (BU) Kemendikbud mengubah format seleksi wawancara.

“Semula wawancara selalu diselenggarakan secara fisik/tatap muka namun kini berubah menjadi format dalam jaringan/online,” tutur Sub Koordinator Program Beasiswa Unggulan, Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), I Wayan Loster, di sela-sela seleksi wawancara, di Bandung, Senin, (19/10).

Baca juga: Aplikasi Ini Bantu Siswa Pecahkan Soal Matematika

Penanggung Jawab Program Beasiswa Unggulan Kemendikbud, Musa Yosep mengungkapkan, tolok ukur kelulusan peserta terletak pada kualitas prestasinya.

"Bukan banyaknya sertifikat prestasi saja, melainkan sejauh mana kualitasnya," papar dia.

Ia menyatakan, meski jumlah sertifikatnya sedikit, jika lingkup kejuaraannya tingkat nasional maka akan menjadi pertimbangan.

Untuk program S1, imbuhnya, panitia seleksi akan menilai keunikan dari keunggulan calon penerima beasiswa berdasarkan esai yang dikirimkan.

"Peserta tidak perlu memberikan proposal pengajuan studi layaknya skripsi, melainkan cukup dengan membuat esai yang bagus," kata Musa.

Aspek yang dinilai bagi calon pelamar Beasiswa Unggulan di jenjang S1 berfokus pada bagaimana aspek rasionalitas, tindakan efektif, sikap kerja serta penyesuaian diri.

Baca juga: Beasiswa Kuliah S1-S2 di Melbourne Australia, Senilai Rp 103 Juta

Sementara itu, wawancara bagi calon pelamar jenjang S2 dan S3 difokuskan untuk menggali aspek kognitif, karakteristik pribadi, orientasi, cara kerja, dan social adjustment.

Mempertimbangkan kecerdasan emosional

Senada dengan itu, Tenaga Ahli Komisi X DPR RI, Mufarrihul Hazin pada kesempatan yang sama mengingatkan, cara untuk memenangkan kompetisi adalah dengan memantaskan diri sebaik mungkin.

Beasiswa Unggulan menurutnya adalah program yang dirancang untuk menciptakan pemimpin masa depan. Program ini terbuka bagi siapa pun.

Bahkan banyak pemimpin kementerian maupun Lembaga yang mendapat kesempatan mengenyam pendidikan tinggi melalui Beasiswa Unggulan.

Beasiswa Unggulan kata Mufarrihul tidak hanya mencari orang yang cerdas secara akademik, melainkan juga orang yang cerdas emosionalnya, memiliki koneksi yang luas, soft skills yang mumpuni, berkarakter baik serta mampu merespons perubahan zaman.

Baca juga: Cari Info Kuliah hingga Beasiswa Luar Negeri, Yuk Daftar Pameran Pendidikan Ini

“Masa depanmu, dirimulah sendiri yang tentukan, pantaskan diri kalian untuk mempersiapkan masa depan yang gemilang,” ia berpesan.

Selanjutnya, hasil seleksi wawancara akan diolah dan diumumkan kepada para calon terpilih melalui email resmi Puslapdik, Kemendikbud.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.