Game Gareng-Petruk Karya Dosen UI, Dukung Pembentukan Karakter Anak

Kompas.com - 01/12/2020, 12:46 WIB
Game Punakawan Z, sebuah game edukatif dan kreatif yang diperuntukkan bagi anak-anak generasi Z. Dok. UIGame Punakawan Z, sebuah game edukatif dan kreatif yang diperuntukkan bagi anak-anak generasi Z.

KOMPAS.com - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) multidisiplin ilmu Universitas Indonesia ( UI) berinovasi mengembangkan Game Punakawan Z, sebuah game edukatif dan kreatif yang diperuntukkan bagi anak-anak generasi Z.

Game ini mengemas ulang cerita Gareng Petruk, sebagai upaya mendukung pembentukan karakter anak sesuai nilai Pancasila dan budaya Indonesia, dengan menyesuaikan selera dan minat anak generasi Z (mereka yang lahir pada usia 1995-2010).

Tim tersebut terdiri atas dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) dan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia (UI) beserta enam orang mahasiswa.

Baca juga: 30 Kampus Terbaik Indonesia Versi “QS Asia University Rankings 2021”

Tidak hanya game, tim pengmas yang diketuai oleh Ike Iswary Lawanda ini, juga membuat sebuah komik anak berjudul Punakawan Z: Gareng & Petruk Berlaga.

Pembuatan game dan komik ini juga turut melibatkan 50 anak Sekolah Dasar Negeri Pondok Cina 1 Depok, empat anak murid sekolah dasar swasta internasional, beserta 11 guru kelas masing-masing.

Ike mengatakan, para siswa tersebut diminta untuk memberi masukan agar permainan dan komik yang dipersiapkan tim pengmas dapat menarik di mata anak-anak selaku user-nya.

“Pengembangan game melibatkan anak-anak untuk memberikan masukan sejak perencanaan cerita sampai kegiatan memainkan game selama tiga kali,” ujar Ike dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Kampus Swasta Terbaik Indonesia Versi “QS Asia University Rankings 2021”

“Game Punakawan Z merupakan jalan pembentukan karakter yang sarat dengan pembelajaran dan penanaman karakter menggunakan sarana yang kreatif dan inovatif, tanpa instruksi yang otoritatif. Anak memilih peran dan mengetahui risiko atas pilihannya sendiri," imbuhnya.

Ike menerangkan, anak-anak generasi Z adalah anak yang dekat dengan penggunaan gadget.

Gadget sangat bersinggungan erat pada setiap aspek kehidupan sang anak.

Di sisi lain, kata dia, gadget juga turut menghambat anak-anak untuk belajar berinteraksi sosial dengan keluarga maupun lingkungan sosial, yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak.

“Pada pengembangan game dan komik, anak-anak turut ambil bagian dan tampak kritis mengomentari tentang tampilan, cerita yang sesuai dengan pikiran, selera, gaya hidupnya. Saking antusiasnya, mereka bertanya kembali kapan ada lagi kegiatan serupa.”

Baca juga: 4 Kampus Jurusan Komunikasi Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2021

Ia melanjutkan, game Punakawan Z mengakomodasi tujuan kegiatan pengmas, sekaligus memenuhi tuntutan manusia dalam mencari kesenangan, dan bila tidak berhasil mencapainya manusia akan mencari sesuatu yang lain lagi.

"Tindakan manusia mencari kesenangan adalah kodrat alamiah. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia yang terus berkembang. Hal ini sejalan dengan pembawaan manusia yang memiliki potensi kreatif dan inovatif," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X