Kompas.com - 05/12/2020, 15:52 WIB
Mahasiswa berjalan di Gedung Vokasi Undip Sinar MasMahasiswa berjalan di Gedung Vokasi Undip
Penulis Dian Ihsan
|

KOMPAS.com - Kuliah di perguruan tinggi vokasi masih belum dilirik oleh banyak orang. Padahal kualitas kuliah di vokasi tidak kalah menarik dengan kuliah pada umumnya.

Mereka yang kuliah tidak di perguruan tinggi vokasi, karena tergiur dengan gelar sarjana. Sedangkan di vokasi kebanyakan memperoleh gelar D-III atau D-IV.

Baca juga: Dirjen Vokasi Ingin Kirimkan Talenta Terbaik ke Seluruh Dunia

Melansir laman maukuliah.id, Sabtu (5/12/2020), menyebutkan bahwa program sarjana berbeda dengan program vokasi. Kuliah di vokasi banyak kegiatan praktik, sehingga kalian lebih banyak mengasah hard skill yang bisa digunakan di dunia kerja.

Agar kalian lebih tertarik kuliah di perguruan tinggi vokasi. Mari simak dengan jelas, 5 keuntungan yang bisa kalian peroleh.

1. Semua lulusannya dapat bersaing dengan S1

Memang banyak orang yang meremehkan, tapi kalian harus ketahui, lulusan perguruan tinggi vokasi sangat berpeluang besar di dunia kerja dan bisnis. Banyak lulusan vokasi yang cepat memperoleh pekerjaan, karena mereka memperoleh hard skill saat kuliah.

2. Setiap pelajaran diaplikasikan di dunia kerja

Dengan bekal ilmu praktik saat kuliah di perguruan tinggi vokasi, maka para lulusannya dengan mudah mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja. Bukan hanya itu, ilmu hard skill yang mereka miliki bisa menunjang kinerja mereka saat berkecimpung di dunia kerja.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai contoh lulusan kuliah perhotelan, selama kuliah mereka ditempa dengan ilmu pengelolaan makanan, tata hidang, teknik pelayanan, dan sebagainya. Maka setelah lulus, mereka dengan mudah mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja.

3. Diajar oleh dosen yang kompeten

Ketika kuliah di perguruan tinggi di vokasi, maka kalian akan diajarkan oleh dosen yang kompeten dan memiliki pengalaman yang luar biasa di bidangnya.

Di program sarjana, dosen yang mengajarkan mengacu pada penelitian, sedangkan dosen di vokasi banyak mengajarkan ilmu yang sudah diaplikasikan di dunia kerja, industri maupun bisnis.

Baca juga: Lulusan Siap Kerja, Kemendikbud: SMK Jangan Dipandang Sebelah Mata

4. Lulusan vokasi lebih dibutuhkan

Banyaknya perusahaan dan industri di Indonesia, maka membuka peluang yang luas bagi lulusan vokasi. Pasalnya, kebanyakan dari perusahaan membutuhkan tenaga pekerja yang sudah ahli dalam bidangnya.

Dari sisi itulah, perusahaan atau dunia industri banyak melirik lulusan perguruan tinggi vokasi.

Selain skill atau kemampuan yang baik, pengalaman magang dan kerja mahasiswa vokasi bisa menjadi acuan perusahaan dalam merekrut mereka menjadi karyawan. Mahasiswa vokasi juga mempunyai sertifikat profesi, hal itu menjadikan nilai tambah bagi mereka bersaing di perusahaan.

5. Pelajaran di kuliah vokasi lebih spesifik

Kurikulum yang diajarkan di perguruan tinggi vokasi berbeda dengan program sarjana pada umumnya. Di program vokasi, mahasiswa akan memperoleh ilmu yang spesifik dengan jurusan yang diambilnya. Mahasiwa vokasi juga akan lebih banyak melakukan praktik.

Sementara, bagi mahasiswa program sarjana lebih banyak mempelajari teori.

Wah, ternyata banyak juga keuntungan yang diperoleh ketika kuliah di perguruan tinggi vokasi. Selain peroleh pengalaman, kalian juga akan mendapatkan ilmu yang siap digunakan di dunia kerja.

Jadi, bagi kalian yang suka dunia praktik daripada teori, maka sebaiknya kalian memilih kuliah di perguruan tinggi vokasi.

Baca juga: Kuliah Tatap Muka 2021, Dirjen Vokasi: Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

Selamat berjuang di perguruan tinggi vokasi. Kalian harus serap sebanyak mungkin ilmu di vokasi, agar kemampuan dan keahlian yang dimiliki bisa dilirik oleh banyak perusahaan atau dunia industri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X