Kompas.com - 08/12/2020, 14:43 WIB
Sekjen Kemendikbud Ainun Naim saat menjadi pembicara dalam acara webinar Inovasi. Webinar INOVASISekjen Kemendikbud Ainun Naim saat menjadi pembicara dalam acara webinar Inovasi.
Penulis Dian Ihsan
|

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan semua anak berkebutuhan khusus harus tetap memperoleh pendidikan, baik di masa pandemi Covid-19 maupun keadaan yang normal.

Pernyataan itu disampaikan oleh Sekjen Kemendikbud Ainun Na'im dalam acara webinar dengan tema "Praktik Inspiratif dan Dukungan Kebijakan untuk Mendorong Pembelajaran Inklusif, khususnya di Masa Pandemi Covid-19", Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Anak Berkebutuhan Khusus Mampu Hasilkan Karya Luar Biasa

"Kita harus menjaga proses belajar dan mengajar anak berkebutuhan khusus tetap jalan di pandemi Covid-19," kata Ainun Na'im.

Dia mengaku, Indonesia memiliki daerah yang luas dan beragam, maka dari itu harus ada inovasi yang beragam. Dengan tujuan, semua anak berkebutuhan khusus bisa merasakan apa yang dirasakan oleh anak yang normal.

"Anak berkebutuhan khusus maupun anak Indonesia di wilayah negara lain, harus memperoleh fasilitas yang sama di dunia pendidikan, seperti yang diperoleh anak pada umumnya di negeri ini. Meski pengajarannya dengan pendidikan khusus," terang dia.

Pendidikan di Mesir prioritaskan kaum disabilitas

Direktur GTK Kemenag M Zain mempunyai pendapat yang sama dengan Sekjen Ainun Na'im. Menurut dia, anak berkebutuhan khusus atau kaum disabilitas harus dihormati, sehingga mereka harus mempunyai kesempatan yang sama dibidang pendidikan.

Bahkan, kata Zain, institusi pendidikan di Mesir memberi peluang besar bagi anak berkebutuhan khusus dan kaum disabilitas. Di negeri Mesir sudah menggratiskan semua strata pendidikan.

"Pendidikan di Mesir itu seperti udara, siapa saja berhak menikmati udara, dan karena menikmati udara itu gratis tanpa biaya," jelas Zain.

Baca juga: 16 Penyandang Disabilitas Terima Beasiswa LPDP, Ada yang Kuliah S3

Tak hanya itu, ada guru-guru madrasah di beberapa daerah di Indonesia, yakni Jakarta, Bogor, Semarang, dan Yogyakarta, yang sudah memberikan keistimewaan kepada anak berkebutuhan khusus atau kaum disabilitas.

Bisa saja, mereka tak pandai dengan ilmu matematika dan pelajaran lainnya, tapi mereka bisa memiliki kemampuan wayang. Jadi, jangan pandang mereka sebelah mata.

"Saya pikir Indonesia juga punya orang luar biasa, yakni Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur), yang mempunyai kekurangan penglihatan, tapi jadi orang besar di Indonesia," tegas dia.

Direktur Program Inovasi, Mark Heyward menambahkan, memang masa pandemi Covid-19 sangat memberikan dampak besar bagi siswa yang ada di Indonesia, khususnya anak berkebutuhan khusus.

Jadi, kata Mark, semua kalangan harus mendorong bersama-sama, agar siswa dan anak berkebutuhan di Indonesia tetap mengenyam pendidikan di masa susah saat ini.

Baca juga: 5 Jurusan Kuliah bagi Orang Kepribadian Tertutup

"Dengan bekerjasama agar pendidikan Indonesia semakin membaik, semua orang mendapatkan akses yang sama di dunia pendidikan, anak berkebutuhan khusus (disabilitas) mempunyai kesempatan yang sama dengan orang normal lainnya, agar sumber daya manusia (SDM) Indonesia lebih unggul," pungkas Mark.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X