Kompas.com - 26/12/2020, 14:17 WIB
Video penjelasan mengenai Asesmen Nasional yang diunggah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke akun Instagram resminya pada Senin (12/10/2020). DOK. INSTAGRAM KEMDIKBUD.RIVideo penjelasan mengenai Asesmen Nasional yang diunggah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke akun Instagram resminya pada Senin (12/10/2020).

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menyosialisasikan Asesmen Nasional sebagai pengganti Ujian Nasional pada 2021, terlebih untuk para guru.

Guna membantu guru lebih memahami Asesmen Nasional sebagai pengganti UN di tahun 2021, Kemendikbud meluncurkan program Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum.

Pendaftaran Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum telah dibuka pada 21 Desember 2020, dengan rentang pembelajaran pada 1 Januari hingga 24 Februari 2021.

Baca juga: 9 Perbedaan Ujian Nasional dan Asesmen Nasional 2021

Asesmen Nasional relevan dengan perkembangan zaman

Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril mengungkap Asesmen Nasional (AN) merupakan upaya untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan zaman.

Asesmen Nasional, lanjut dia, terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter (SK), dan Survei Lingkungan Belajar.

“Asesmen Nasional merupakan upaya untuk menyesuaikan dengan pembelajaran abad 21 dan kondisi dunia kerja abad 21 yang tidak lagi hanya berfokus pada bidang-bidang, konten, tetapi lebih pada apa yang fleksibel, lintas mapel, atau lintas bidang ilmu,” kata Iwan seperti dilansir dari laman GTK Kemendikbud.

Baca juga: Mendikbud Nadiem soal Pengganti UN 2021: Tidak Perlu Bimbel Khusus

Bila di Ujian Nasional (UN) bidang ilmu terkotak-kotak, misalnya Bahasa Indonesia, Matematika, dan sebagainya, maka di Asesmen Nasional, salah satunya Asesmen Kompetensi Minimum, akan dibuat lintas mata pelajaran.

"Kita menyasar pada kompetensi-kompetensi utama yang lintas mapel, yang nanti juga di dunia kerja juga ada di semua konteks dunia kerja. Yaitu kompetensi inti, literasi, numerasi, dan karakter,” ucap Iwan.

Literasi, numerasi, dan karakter, lanjut Iwan, ada di semua mata pelajaran, dibutuhkan di semua mata pelajaran dan juga pada bidang kerja.

"Anak-anak kita, bahkan di masa saat ini saja sudah mulai bergerak pada ruang-ruang yang mereka harus berkolaborasi lintas bidang, bahkan bidang pekerjaannya pun bisa berpindah-pindah karena cepatnya akselerasi kemajuan teknologi," imbuh dia.

Baca juga: 4 Kampus Jurusan Komunikasi Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2021

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X