Kompas.com - 28/12/2020, 13:19 WIB
Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia Todung Mulya Lubis bertemu Rektor Universitas Stavanger Klaus Mohn guna mendorong kerjasama antara universitas Indonesia dan Norwegia. KEDUBES NORWEGIADuta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia Todung Mulya Lubis bertemu Rektor Universitas Stavanger Klaus Mohn guna mendorong kerjasama antara universitas Indonesia dan Norwegia.

KOMPAS.com - Enam universitas Indonesia berhasil mendapat dana penelitian Pemerintah Norwegia. Dana tersebut dikucurkan badan Norwegian Agency for Development Cooperation (Norad).

Keenam kampus berhasil mendapat dana ini adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pertanian Bogor (IPB), Politeknik Negeri Pontianak, Universitas Nusa Cendana, Universitas Bangka Belitung.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia Todung Mulya Lubis mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan keenam universitas meraih pendanaan dari program NORHED II.

“Norwegia memiliki banyak jenis pendanaan untuk proyek penelitian yang bisa dimanfaatkan," ujar Todung melalui rilis resmi (24/12/2020).

KBRI Oslo menyampaikan dukungan dan komitmen dalam menjembatani pembentukan kerja sama antara universitas di Indonesia dan Norwegia, serta Islandia, dalam berbagai bentuk, termasuk kolaborasi riset melibatkan sejumlah universitas.

"Saya terus mendorong universitas-universitas di Indonesia untuk berkolaborasi dalam penelitian untuk pengembangan demi memperkuat kapasitas lembaga pendidikan tinggi, untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas lebih tinggi, penelitian yang lebih banyak dan berkualitas lebih tinggi, serta pendidikan tinggi yang lebih inklusif," ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Era Digital di Depan Mata, Universitas Prasetiya Mulya Siapkan Mahasiswanya agar Menjadi Entrepreneur yang Inovatif

Kolaborasi riset Indonesia-Norwegia

Lebih jauh dijelaskan, Norwegian Agency for Development Cooperation berada di bawah Kementerian Luar Negeri Norwegia dan membuat program khusus, Norwegian Program for Capacity Development in Higher Education and Research for Development atau "NORHED II: Call for Proposals".

Koordinator program NORHED, Jeanette da Silva mengatakan pihaknya menerima 199 proposal dan hanya ada 60 proposal yang berhasil didanai dengan jumlah total yang diajukan sebesar 3,1 miliar krona Norwegia (NOK) atau setara Rp.4,9 triliun.

Namun untuk anggaran proposal yang akan didanai mencapai 1,1 miliar NOK atau sekitar Rp 1,8 triliun.

“Karena persaingan yang tinggi dan pendanaan yang terbatas, banyak proyek yang relevan dan berkualitas tinggi telah ditolak,” ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X