Kompas.com - 28/01/2021, 20:25 WIB
 Ilustrasi belajar di rumah bersama anak (Dok. Shutterstock) Ilustrasi belajar di rumah bersama anak

Kondisi serupa dirasakan oleh Meilin, orang tua siswa SMP di Jakarta Timur. Menurutnya, sekolah dalam proses pembelajaran jarak jauh harus dapat memberikan motivasi pada murid agar tidak malas belajar dan tidak membosankan.

Baca juga: Cara Cek Siswa Penerima Kartu Indonesia Pintar untuk SD-SMA

“Saya melihat, anak saya dengan PJJ ini tambah malas, malah ibunya yang tambah rajin, tambah pintar. Kalau pun ada kelas virtual, tidak sepenuhnya anak itu fokus mengikuti pelajaran. Terkadang sibuk dengan smartphone-nya sehingga kurang memperhatikan guru yang sedang menjelaskan,” ungkap Meilin.

Ditambah lagi, sering kali putrinya malas untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Sampai dirinya sering mendapatkan teguran dari wali kelas karena putrinya belum menyerahkan tugas.

“Setelah dapat teguran, baru deh, anak saya mengerjakan tugasnya. Kadang bertumpuk sampai 4-5 tugas,” cerita Meilin dalam Podcast Telset yang digelar pada Selasa, 26 Januari 2021.

Meilin berharap, bahwa selama PJJ ini, guru dapat memberikan materi pelajaran dengan lebih interaktif dan tidak membuat bosan sehingga siswa pun dapat lebih bersemangat dan fokus ketika belajar.

Baca juga: Seperti Ini Cara dan Syarat Dapatkan Kartu Indonesia Pintar

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi hal tersebut, Rifal mengatakan, sebagai guru sudah berusaha maksimal agar siswa memperhatikan materi yang diajarkan. Namun, tetap sulit untuk bisa mendisiplinkan siswa ketika melakukan pembelajaran secara virtual.

"Yang bisa kami lakukan hanya coba berkoordinasi dengan orang tua untuk bisa melakukan pendampingan belajar mulai dari jam 7 sampai jam 11. Boleh orang tua, kakak, saudara atau siapapun saja. Yang penting ada yang mendampingi sehingga siswa pun dapat mengikuti pelajaran dan memahami materi," paparnya.

Rifal juga menambahkan bahwa sekitar 60 persen siswa yang melakukan PJJ tidak fokus, seperti yang dikeluhkan oleh Meilin.

Walau demikian, guru juga terus mencari formula yang tepat agar siswa bertambah fokus dan maksimal dalam belajar jarak jauh ini.

Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, Rifal menyebutkan bahwa sekolahnya melakukan home visit. Home visit ini dilakukan oleh wali kelas atau guru BK untuk mencari tahu dan melakukan pemantauan terhadap perkembangan siswa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X