Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/02/2021, 10:56 WIB
|

KOMPAS.com - Hingga kini, pasien Covid-19 masih bertambah setiap harinya. Namun, pasien yang sembuh juga banyak. Hal ini karena pemerintah terus berinovasi dalam penanggulangan pandemi.

Selain dengan pengobatan terapi stem cell dan eksosom, terapi plasma konvalesen juga bisa menjadi alternatif tambahan untuk penanganan pasien Covid-19 di Indonesia.

Demikian diungkapkan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro saat menjadi pembicara kunci pada webinar virtual "Penanganan Covid-19: Harapan pada Plasma Konvalesen", Kamis (11/2/2021).

Tingkatkan angka kesembuhan

Tak hanya itu, menurut Menteri Bambang, terapi ini dapat berkontribusi untuk memperbesar atau meningkatkan peluang kesembuhan pasien Covid-19.

"Pandemi Covid-19 ini belum selesai, oleh karena itu, Kemenristek/BRIN terus berupaya menanggulangi pandemi dengan riset dan inovasi," ujarnya.

Baca juga: Menristek: Stem Cell, Alternatif Terapi untuk Pasien Covid Berat

Selain itu, pihaknya juga selalu berupaya untuk membuat penularan atau jumlah yang terinfeksi itu menjadi lebih sedikit dan mendatar kurvanya.

"Hal lain yang bisa kita tonjolkan adalah peningkatan jumlah kesembuhan dan pengurangan jumlah kematian secara signifikan, di situlah terapi plasma konvalesen memainkan peranan penting," tegas Menristek.

Dikatakan, pihaknya mendorong agar plasma konvalesen bisa diakui untuk terapi penanganan Covid-19. Menristek berharap uji klinik yang saat ini sedang dilakukan dapat memperkuat peran terapi plasma konvalesen sebagai terapi alternatif pengobatan Covid-19.

"Mudah-mudahan kalau uji klinis sudah dilakukan semua, hasilnya bisa kita sampaikan, tentunya yang pertama melalui publikasi saintifik untuk bisa dipahami oleh ahli kesehatan atau dokter-dokter di seluruh dunia," katanya.

Berharap banyak donor plasma konvalesen

Pihaknya berharap agar terapi plasma konvalesen bisa diakui sehingga dapat meningkatkan upaya dalam penanganan pasien Covid-19.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+