Kompas.com - 27/03/2021, 13:31 WIB
Ilustrasi Covid-19 SHUTTERSTOCKIlustrasi Covid-19

KOMPAS.com - Hingga saat ini, berbagai gejala Covid-19 seringkali dilaporkan para pasien dalam berbagai bentuk. Mulai dari batuk, demam, sakit tenggorokan, hingga sesak napas.

Bahkan, gangguan pendengaran juga menjadi salah satu gejala Covid-19 yang mungkin dialami pasien yang terkena virus SARS-Cov-2.

Infeksi virus SARS Cov-2 dilaporkan dapat mengakibatkan gangguan pendengaran pada pasien Covid-19.

Hal ini, diungkapkan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, dan Kepala Leher (THT-KL) Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, Anton Sony Wibowo.

Baca juga: Pakar UGM: Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Mulai Krisis Air

"Jenis gangguan yang muncul adalah jenis gangguan pendengaran karena gangguan saraf pendengaran (sensorineural hearing loss). Selain itu, dapat terjadi telinga berdenging dan kurangnya kemampuan mendengar," ujarnya dilansir dari laman resmi ugm.ac.id.

Anton menjelaskan, bahwa gangguan pendengaran yang terjadi pada pasien Covid-19 bukanlah gejala baru. Hanya saja menjadi gejala yang baru dilaporkan pada pasien Covid-19.

Disebutkan Anton dari studi Koumpa et al. 2020 yang dipublikasikan di British Medical Journal (BMJ) menunjukkan adanya gangguan pendengaran sensorinuiral tiba-tiba pada pasien Covid-19.

Publikasi ini menyajikan kasus pertama kali dilaporkan pada April 2020 di Thailand.

Lebih lanjut Anton mengatakan hingga saat ini belum ada data terkait angka kasus pasti yang dilaporkan.

Sementara dari beberapa laporan kasus di Iran tahun 2020 disebutkan pasien Covid-19 yang mengalami gangguan pendengaran berada di rentang usia 22-40 tahun.

Lantas bagaimana Covid-19 bisa memengaruhi pendengaran? Anton mengatakan mekanisme pasti akan hal tersebut belum jelas diketahui. Namun, dari beberapa laporan kasus salah satunya Uranaka et al., tahun 2020.

Baca juga: Rencana Kuliah Tatap Muka Agustus, UGM Beri Syarat Ketat

Ia mengungkapkan terdapat ACE-2 reseptor yang merupakan tempat menempel virus Covid-19 pada telinga tengah dan telinga dalam.

Hal tersebut seperti mekanisme yang mirip pada kerusakan saraf pembau, tetapi pada kondisi ini terjadi pada saraf pendengaran dan organ pendengaran.

"Sampai sekarang belum ada data pasti yang dipublikasikan berapa lama gangguan pendengaran pada pasien Covid-19. Hanya saja pada laporan kasus di Inggris, terjadi perbaikan pendengaran setelah pemberian pengobatan, tetapi kondisinya tidak kembali ke normal," urainya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X