Melamar Beasiswa Tanpa Visi ibarat Menanam Pohon Tanpa Akar

Kompas.com - 05/04/2021, 10:00 WIB
Ilustrasi mendapatkan beasiswa kuliah Chevening ShutterstockIlustrasi mendapatkan beasiswa kuliah Chevening

Beasiswa harusnya menjadi alat untuk berkontribusi kepada lingkungan, masyarakat, negara, bahkan dunia lewat berbagai solusi yang bisa kamu tawarkan. Inilah visi yang seharusnya kamu utarakan.

Baca juga: Beasiswa Pertamina 2021 D3 dan S1, Ini Link Pendaftaran dan Syaratnya

Visi harus ambisius, jelas, dan terukur

Visi seperti apa yang menarik perhatian pemberi beasiswa? Tentu visi yang ambisius, tetapi jelas dan terukur. Kalau kamu menjawab ingin membangun Indonesia menjadi negara yang lebih maju maka visi kamu ini masih terlalu mengawang.

Tanya ke diri kamu lagi, bagaimana caranya membangun Indonesia? Lewat apa? Apa bidang kamu?

Contoh, saat saya melamar beasiswa Chevening, visi saya adalah menjadi penghubung antara media digital dan edukasi lewat program edukasi berbasis digital.

Mengapa? Karena saya melihat bahwa tanggung jawab media konvensional terhadap pendidikan masih sangat rendah, sementara media digital memberikan ruang yang sangat besar untuk berkreasi.

Media memiliki kekuatan pendorong dan pengaruh yang sangat besar, sedangkan edukasi adalah fondasi dari pembangunan dari sebuah negara.

Oleh sebab itu, kedua sektor ini seharusnya menyatu. Visi ini mampu membawa saya meraih beasiswa dan kini perlahan saya wujudkan secara nyata.

Dalam buku Rahasia Pemburu Beasiswa, saya dan Mogantara Zega menuturkan bahwa setelah kamu mampu merangkai visi maka tugasmu selanjutnya adalah mengaitkan bagaimana beasiswa bisa menjadi jalan untuk mewujudkan visimu.

Ini penting karena inilah modalmu untuk meyakinkan pemberi beasiswa bahwa mereka harus memberikan dananya kepadamu.

Baca juga: Daftar Beasiswa Santri Berprestasi, Ini Prodi dan Kampus Pilihannya

Meraih beasiswa adalah penggabungan visi, nilai, dan aksi

Lalu, selain visi, apalagi yang diperlukan? Dalam buku Rahasia Pemburu Beasiswa, kami juga mengungkapkan formula kami yang telah terbukti mampu membantu banyak orang untuk meraih beasiswa, yakni visi, nilai, dan aksi.

Jika visi adalah pandanganmu terhadap kontribusi di masa depan maka nilai adalah kompetensi yang kamu miliki. Sementara itu, aksi adalah usaha praktismu untuk meraih beasiswa tersebut.

Selama ini para pemburu beasiswa hanya menitikberatkan pada aksinya dan nilainya, tanpa mengetahui bahwa visi menjadi faktor penting yang utama.

Tanpa visi, bukan saja aplikasimu yang seperti pohon tanpa akar, melainkan kontribusimu setelah meraih beasiswa juga hanya akan ada di permukaan.

Kamu akan sulit melakukan perubahan yang nyata....

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X