Kompas.com - 08/04/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi pelajaran matematika di kelas. FREEPIKIlustrasi pelajaran matematika di kelas.

KOMPAS.com – Guna mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta sebagai alternatif pembelajaran di masa pandemi, Kemendikbud akan melanjutkan program Belajar dari Rumah (BDR) yang ditayangkan di TV Edukasi mulai 1 April 2021

Selain TV Edukasi, untuk memperluas cakupan tayangan Program Belajar Dari Rumah (BDR), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan program BDR ditayangkan di Kanal YouTube Televisi Edukasi dan Kanal YouTube Rumah Belajar Kemdikbud untuk jenjang pendidikan PAUD dan Sekolah Dasar (SD).

Tayangan tersebut dimulai tanggal 1 April sampai 30 Juni 2021, Senin-Jumat pukul 08.00 sampai 11.30 WIB.

Baca juga: Belum Dapat Kuota Gratis Kemendikbud? Ini Cara Daftar dan Syaratnya

Berikut tautan Youtube TV Edukasi:
kelas 1: http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas1 
kelas 2: http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas2  
kelas 3: http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas3 
kelas 4: http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas4 
kelas 5: http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas5 
kelas 6: http://ringkas.kemdikbud.go.id/BDRSDkelas6 

Kemendikbud mengajak para pendidik, dan peserta didik serta orang tua untuk memanfaatkan kanal atau alternatif pembelajaran yang telah disediakan tersebut. Tetap terapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan memakai masker untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Untuk menyampaikan masukan dan saran mengenai program BDR, dapat mengisi survei di s.id/surveibdr, mengunjungi website http://ult.kemdikbud.go.id/, atau mengirim surat elektronik ke: pengaduan@kemdikbud.go.id.

Tayangan untuk SD akan mengikuti modul pembelajaran sesuai kurikulum (darurat) dengan mengutamakan pemenuhan kompetensi literasi, numerasi, dan penguatan karakter.

Baca juga: Ini Biaya Kuliah di Universitas Indonesia 2021 Program S1 Reguler

Agar belajar dari rumah lewat TV Edukasi menjadi lebih bermakna, berikut panduan untuk orangtua dalam mendamping anak SD untuk hari ini, Kamis 8 April 2021:

SD Kelas 1

Tayangan:

Produsen Pakaian

Sinopsis:

Bertemu lagi dengan Lisa, bersama-sama kita akan membaca cerita berjudul “Bagaimana Pakaian Dibuat?”. Kiki senang sekali akan mendapatkan baju baru karena seragam Lisa sudah kecil. Kita juga akan belajar menukar sejumlah uang kertas dengan uang kertas lainnya yang memiliki nilai yang berbeda. Ternyata, uang kertas itu nilainya berbeda-beda loh! Yuk, kita siapkan uang kita untuk belajar hari ini.

Muatan dan materi pembelajaran:

Literasi

  • Mengenal produsen pakaian.
  • Membaca interaktif“Bagaimana Pakaian Dibuat?”.
  • Menceritakan kembali isi cerita “Bagaimana Pakaian Dibuat?”.
  • Membaca BALIMA.

Numerasi

  • Melakukan estimasi yang berkaitan dengan nilai uang.
  • Konsep menukar sejumlah uang kertas dengan uang kertas lainnya yang memiliki nilai yang berbeda.
  • Bermain peran sebagai penjual pakaian.

Penguatan Karakter

  • Mengenal produsen pakaian.
  • Membaca interaktif“Bagaimana Pakaian Dibuat?”
  • Menceritakan kembali isi cerita “Bagaimana Pakaian Dibuat?”
  • Membaca BALIMA.
  • Melakukan estimasi yang berkaitan dengan nilai uang.
  • Konsep menukar sejumlah uang kertas dengan uang kertas lainnya yang memiliki nilai yang berbeda.
  • Bermain peran sebagai penjual pakaian.

Baca juga: 22 Persen Sekolah Sudah Tatap Muka, Seperti Ini Pelaksanaannya

SD Kelas 2

Tayangan:

Jangan Sia-Siakan Pakaian

Sinopsis:

Beberapa pakaian Kiki sudah kekecilan, sehingga Kiki memberikannya pada Mama. Mama lalu mengajak Kiki menyumbangkan pakaian yang masih layak pakai itu ke panti asuhan. Kiki jadi ingin tahu bagaimana pakaian dibuat, dan apa fungsi Pabrik Konveksi, Tukang Jahit, Toko Benang, Toko Kain. Mama lalu membaca cerita berjudul “Bagaimana Pakaian Dibuat” supaya Kiki semakin paham tentang proses pembuatan baju. Pada Intuisi Bilangan, Kiki memperkirakan apakah uangnya lebih atau kurang untuk membeli sejumlah barang. Di akhir episode, Koki Cilik menunjukkan video tutorial cara membuat Gado-gado.

Muatan dan materi pembelajaran:

Literasi dan numerasi:

  • Siswa mampu menjawab pertanyaan pada pesan pagi.
  • Siswa mengenali produsen pakaian.
  • Siswa mampu membaca interaktif.
  • Siswa mampu membaca lima kata.
  • Siswa mampu membaca terbimbing, dan menceritakan kembali isi cerita pada membaca terbimbing.
  • Siswa mampu melakukan estimasi yang berkaitan dengan nilai uang.
  • Siswa mampu mempelajari konsep menentukan kombinasi nilai uang koin saja dan kombinasi uang kertas saja yang dapat dibuat.
  • Siswa mampu bermain peran sebagai penukar uang kertas dengan uang logam.

Penguatan karakter

  • Beriman, bertakwa pada Tuhan YME dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, bergotong-royong, kreatif, dan berkebhinekaan global.

Baca juga: BUMN Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA, D3, S1-S2

SD Kelas 3

Tayangan:

Dari Kapas Lalu Menjadi Baju

Sinopsis:

Hari Kartini sudah dekat, Bunda berniat membuat kebaya Betawi untuk Shinta dan Bunda. Bunda meminta tolong pada Nenek Budistihara untuk membuat pola kebaya dan menjahitnya. Kak Jo lalu menceritakan tentang profesi penjahit pada Shinta dan Dodi melalui bacaan “Bagaimana Pakaian Dibuat?”. Kemudian mereka menggambar dan menceritakan ulang produsen yang pernah mereka lihat. Setelah selesai, Bunda, Kak Jo, Shinta, Dodi dan Nenek Budistihara bermain peran sebagai pembuat pakaian yang akan menentukan harga jual. Nah, jika Nenek Budistihara ingin membeli benang, kain, dan kancing, apakah ia bisa membayar belanjaannya dengan selembar uang?

Muatan dan materi pembelajaran:

Literasi

  • Menyimak bacaan “Bagaimana Pakaian Dibuat?”.
  • Menjawab pertanyaan dari bacaan.
  • Menulis tematik tentang produsen.
  • Membaca lima kata dengan nyaring.
  • Menyiapkan laporan proyek mingguan.

Numerasi

  • Menghitung uang kembalian dengan melakukan proses pengurangan.

Penguatan Karakter

  • Bertakwa kepada Tuhan YME.
  • Berakhlak mulia.
  • Bernalar kritis.
  • Mencintai produk lokal / daerah.

SD Kelas 4

Tayangan:

Yuk, Mengenal Seni Budaya Indonesia!

Sinopsis:

Vivi sedang asyik berlatih tari adat Jawa Barat, yaitu Tari Jaipong. Melihat minat Vivi, Kak Marcel lalu menceritakan bagaimana berbagai tarian daerah itu tidak sekedar menjadi karya seni tetapi juga untuk perayaan adat tertentu. Kemudian Kak Marcel mengajak Vivi berlatih menyusun kata acak menjadi sebuah kalimat yang benar. Pada Konsep Matematika, Kak Marcel menjelaskan karya seni mozaik dan kolase, serta konsep Faktor Persekutuan Terbesar. Pokoknya, jangan lewatkan episode hari ini!

Muatan dan materi pembelajaran:

Literasi

  • Bacaan: “Tarian Manuk Dadali”.
  • Latihan soal.
  • Menyusun kata acak menjadi kalimat yang padu.

Numerasi

  • Luas ruangan yang akan diperbesar.
  • Konsep Faktor Persekutuan Terbesar (FPB).
  • Penerapan penggunaan Faktor Persekutuan Terbesar dalam kehidupan sehari-hari.

Penguatan Karakter

  • Bernalar kritis.
  • Kreatif.
  • Berkebhinekaan global.

SD Kelas 5

Tayangan:

Seni Pahat Suku Kamoro

Sinopsis:

Tahukah kamu salah satu kekayaan budaya yang ada di Indonesia melalui produk seni ukirnya? Kak Evan akan mengenalkan seni pahat dari Papua tersebut melalui buku “Seni Pahat Suku Kamoro”, agar teman-teman lebih mengenali produk seni tradisional dan mencintainya. Dari bacaan itu kita akan mendapatkan kosakata baru, yaitu Depa, Tifa, Mitologi, Marga, Seniman, dan Ritual. Pokok bahasan numerasi kali ini akan mengajak kita menentukan jarak rumah ke lokasi festival kebudayaan dengan mengetahui petanya. Terakhir, melanjutkan Proyek Akhir Minggu dengan menyiapkan alat dan bahan untuk membuatinfografis profil budaya.

Muatan dan materi pembelajaran:

Literasi

  • Mempelajari kekayaan budaya Indonesia melalui seni ukir Suku Kamoro.
  • Menggambarkan produk seni tradisional.
  • Berlatih kosakata baru.

Numerasi

  • Menentukan jarak rumah ke lokasi festival budaya dari peta.

Penguatan Karakter

  • Beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Berakhlak mulia.
  • Berkebhinekaan global.
  • Bernalar kritis.
  • Kreatif.

SD Kelas 6

Tayangan:

Keberagaman Budaya - Anyaman Noken

Sinopsis:

Nenek Riska memiliki kebiasaan mengunyah sirih pinang. Riska yang kemarin membaca cerita tentang sirih pinang karya Dewi Paramita, jadi tertarik. Karena penasaran, Riska ingin mencoba rasanya sirih pinang, setelah diizinkan oleh Mama. Wah, gigi kita jadi kemerahan kalau mengunyah sirih pinang, lho. Mama lalu menunjukkan tas koja khas Suku Papua yang dibuat dengan anyaman Noken. Ternyata, bentuk anyamannya sepintas mirip bangun segi enam atau heksagon. Riska lalu memberikan pertanyaan mean, median modus untuk mengukur panjang tombak yang digunakan oleh Suku Dani. Wah, banyak sekali ilmu yang didapatkan Riska, ya!

Muatan dan materi pembelajaran:

Literasi

  • Tradisi Happa (makan sirih pinang) lanjutan.
  • Huruf acak.

Numerasi

  • Bentuk bangun pada anyaman noken.
  • Mean, median, dan modus.
  • Grafik batang.

Penguatan Karakter

  • Berkebhinekaan global.
  • Berakhlak mulia.
  • Bernalar kritis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X