Kompas.com - 14/04/2021, 16:30 WIB
Ilustrasi Takjil puasa. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi Takjil puasa.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan tiba, menjelang berbuka puasa, pasti banyak ditemukan penjual aneka macam takjil di pinggir jalan.

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tentu nikmat sekali jika saat berbuka puasa diawali dengan menyantap takjil yang menyegarkan, manis seperti, es campur, kolak, dan gorengan.

Tapi bagi yang tengah menjalankan ibadah puasa, tidak semua takjil baik untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Menurut Ahli Gizi Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Banun Ma’rifah Fathsidni, kandungan gizi takjil yang akan disantap saat berbuka perlu diperhatikan.

Baca juga: Dosen IPB: Kenali Hama Tanaman Cabai dan Cara Pencegahannya

Hindari makanan atau minuman manis berlebihan

Tubuh manusia saat berpuasa tidak mendapat asupan selama kurang lebih 14 jam.

Sehingga, dapat meningkatkan risiko hipoglikemi karena asupan dan gizi yang didapat saat sahur telah digunakan sebagai sumber energi dan proses metabolisme tubuh selama seharian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika berbuka memang dianjurkan dengan makanan manis dan minum cukup air putih. Namun, konsumsi makanan dan minuman manis itu disarankan tidak melebihi batas yang dianjurkan," ujar Banun Ma’rifah Fathsidni seperti dikutp dari laman UNS, Rabu (14/4/2021).

Banun mengungkapkan, makanan dan minuman manis memang lebih mudah dan cepat diserap sebagai sumber tenaga yang dibutuhkan untuk mengganti energi yang dipakai selama seharian.

Namun, tidak selamanya makanan dan minuman manis yang dikonsumsi saat berbuka puasa baik bagi tubuh. Apalagi jika dikonsumsi secara terus menerus.

Baca juga: Ingin Daya Tahan Tubuh Tetap Terjaga Saat Puasa? Ini Kata Dosen UGM

Kandungan gula sederhana dan pemanis yang berasal dari gula, sirup, dan susu kental manis berisiko meningkatkan asupan gula darah dan risiko diabetes mellitus.

"Menurut anjuran Kemenkes takaran konsumsi harian untuk gula, garam, dan lemak adalah G4G1L5, yaitu gula 4 sdm, garam 1 sdt, dan lemak 5 sdm minyak. Kandungan gula cenderung tinggi pada takjil seperti kolak, es buah, dan sebagainya tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam waktu yang terus menerus dan porsi yang banyak," terang Banun.

Hindari berbuka dengan gorengan

Banun juga menyampaikan, saat berbuka puasa lebih baik menghindari gorengan sebagai takjil.

Alasannya, tingginya asupan gorengan berakibat pada banyaknya asupan lemak dari minyak dan tepung sebagai bahan adonan gorengan.

Selain itu asupan lemak yang tinggi dari gorengan yang disantap berisiko meningkatkan kadar kolesterol darah.

"Perlunya memperhatikan asupan ketika berbuka dengan cara membatasi asupan gorengan dan makanan sumber lemak jenuh lainnya secara berlebihan," imbuhnya.

Baca juga: Dua Peserta Difabel Ikut UTBK di Universitas Brawijaya

Ada beberapa makanan lain yang perlu dihindari saat berbuka, seperti bakso bakar, siomay, dan batagor secara berlebihan. Dalam proses pembuatan biasanya menggunakan penambahan bumbu, terutama garam ataupun penyedap rasa lainnya.

"Selain kandungan garam pada adonannya, bumbu yang digunakan juga biasanya menggunakan garam. Kandungan garam tersebut berisiko meningkatkan asupan natrium harian yang mengakibatkan meningkatnya risiko hipertensi dan gangguan keseimbangan elektrolit tubuh," beber Banun.

Makanan yang baik dikonsumsi saat berbuka

Agar tubuh selalu sehat dan bugar selama menjalankan ibadah puasa lebih baik meminum air putih saat berbuka. Kebiasaan ini untuk mencegah dehidrasi pada tubuh.

Saat berbuka puasa sebaiknya mengonsumsi variasi kudapan yang berasal dari buah-buahan dan sumber karbohidrat kompleks (gandum dan biji-bijian).

Baca juga: Ingin Dapat Tunjangan Kuliah Rp 36 Juta Per Tahun? Simak Syaratnya

Kamu bisa membuat jus buah, puding buah, agar-agar dari bahan dasar buah, smoothies buah dan yoghurt, biskuit buatan sendiri berbahan gandum, biji-bijian, dan buah.

“Bisa juga dengan makanan sumber energi lainnya, seperti buah potong, olahan takjil buah-buahan, atau makanan ringan sumber karbohidrat tetapi minim gula sederhana atau pemanis tambahan, Misalnya kue kering, crackers, atau roti gandum,” tutup Banun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X