Kompas.com - 17/04/2021, 14:53 WIB
Forum wicara daring bertajuk Membangun Kompetensi dan Karakter Anak Sejak Dini yang digelar Mentari Group (17/4/2021), Natalian menyebut kondisi pandemi membuat tantangan justru semakin bertambah. DOK. MENTARI GROUPForum wicara daring bertajuk Membangun Kompetensi dan Karakter Anak Sejak Dini yang digelar Mentari Group (17/4/2021), Natalian menyebut kondisi pandemi membuat tantangan justru semakin bertambah.

KOMPAS.com - Kondisi pembelajaran jarak jauh yang tidak optimal melahirkan sejumlah kekhawatiran terjadinya loss learning seperti yang pernah diungkapkan Kemendikbud. Kondisi ini semakin mempersulit kondisi Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kompetensi siswa.

“Kita sedang berjuang meningkatkan kompetensi pelajar. Pada PISA 2018, posisi pelajar Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara lain, yaitu urutan ke-72 dari 79 negara," ungkap Natalina Rimba, Direktur Program "Pelajar Berkreasi".

Dalam forum wicara daring bertajuk "Membangun Kompetensi dan Karakter Anak Sejak Dini" yang digelar Mentari Group (17/4/2021), Natalian menyebut kondisi pandemi membuat tantangan justru semakin bertambah.

"Pelajar rentan sekali kecanduan gawai. Bahkan berdasarkan laporan Kemendikbud RI, learning loss sudah benar-benar terjadi,” ujarnya.

Natalina menambahkan, padahal survei BPS telah menyatakan populasi terbesar di Indonesia pada 2020 adalah Gen Z yang merupakan para pelajar. "Artinya, mereka ini memiliki peranan besar untuk kemajuan Indonesia," tegas Natalina.

Baca juga: Nilai PISA Siswa Indonesia Rendah, Nadiem Siapkan 5 Strategi Ini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gelar kompetisi "Pelajar Berkreasi"

Dalam kesempatan sama, Reda Gaudiamo, penulis dan pendiri Kamar Kata-Kata, menegaskan peran penting orangtua dan sekolah untuk memberikan kompetensi utama dan mengembangkan karakter anak sejak usia dini.

“Lebih mudah membangun anak-anak menjadi kuat daripada memperbaiki para orang dewasa. Maka, lakukanlah sekarang," saran Reda kepada 400 peserta gelar wicara yang terdiri dari pimpinan sekolah, guru, dan orangtua.

Ia memaparkan beberapa aspek penting perlu diperhatikan orangtua dan sekolah dalam meningkatkan kompetensi dan karakter anak.

Berkaitan hal ini, Reda mengafirmasi orangtua dan sekolah harus menyalurkan minat anak dengan berbagai kegiatan dan membuka jalan mereka untuk mencoba hal-hal baru yang bermanfaat. 

Menjawab tantangan penguatan kompetensi siswa, Mentari Group menghadirkan "Pelajar Berkreasi". Program ini merupakan seri perlombaan yang mendukung pelajar di seluruh Indonesia untuk mengasah kemampuan literasi, numerasi, karakter, dan kreativitas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.