Kompas.com - 20/04/2021, 22:31 WIB
Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan, Muhammad Nur Rizal, dalam acara Kita Bicara yang digelar TVRI Yogyakarta pada Selasa, 9 Maret 2021. DOK. YOUTUBE/TVRI YOGYAKARTAPendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan, Muhammad Nur Rizal, dalam acara Kita Bicara yang digelar TVRI Yogyakarta pada Selasa, 9 Maret 2021.

Rizal menambahkan, "bahkan yang lebih besar adalah rendahnya motivasi untuk selalu belajar."

Ekosistem belajar berorentasi siswa

Dalam forum tersebut, Rizal mengingatkan, tujuan perombakan kurikulum beserta strategy delivery yang baru adalah untuk menumbuhkan rasa senang belajar di sekolah.

Sehingga, asesmen yang menjadi perhatian utama pemerintah ke depan adalah terciptanya ekosistem yang memfasilitasi dan lingkungan belajar yang menyenangkan.

"Ekosistem itu mengarahkan guru untuk menjadi fasilitator yang menuntun kodrat anak-anak selama belajar sehingga mereka bisa menemukan versi terbaiknya masing-masing serta mampu menemukan solusinya sendiri dalam memecahkan persoalan nyata," ujarnya.

Baca juga: Survei UI: Kuliah Tatap Muka Juli 2021 Belum Bisa Diterapkan 100 Persen

 

Rizal melanjutkan, "hal ini harus menjadi kaidah usul (alasan mendasar) paradigma pendidikan kita harus diubah. Isu ini harus menjadi narasi utama bangsa ini dalam mengadaptasi sistem pendidikannya untuk memenuhi kebutuhan perubahan masa depan."

Dalam pemaparannya, Rizal mengatakan, organisasi OECD menetapkan arah pendidikan ke depan harus berorientasi pada wellbeing siswa, yaitu keseimbangan intelektual, mental, fisik dan sosial.

"Untuk mencapai hal tersebut, maka Indonesia perlu melakukannya dengan pertama kali mengatasi rasa kebosanan siswa itu dengan proses belajar yang menyenangkan agar mereka kasmaran belajar," kata Rizal.

"Jika anak kita kasmaran, maka motivasi belajarnya muncul dari dorongan internal diri, bukan faktor eksternal," ujarnya memberikan gambaran.

Sehingga, Nur Rizal mengusulkan untuk menghentikan (unlearn) cara-cara lama dan melakukan penataan ulang (relearn) cara-cara baru untuk mencapai tujuan pendidikan di masa depan, dalam hal ini wellbeing siswa.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.