Kompas.com - 23/05/2021, 12:52 WIB
Seorang pengunjung sedang membeli jajanan kepada para pedagang cilik yang merupakan siswa PAUD TK IT Az Zahra, Takengon, Aceh Tengah, Aceh, Sabtu (5/3/2016). KOMPAS.com/ Iwan BahagiaSeorang pengunjung sedang membeli jajanan kepada para pedagang cilik yang merupakan siswa PAUD TK IT Az Zahra, Takengon, Aceh Tengah, Aceh, Sabtu (5/3/2016).
|

KOMPAS.com - Sebelum masuk ke sekolah dasar, anak harus mengikuti pendidikan di satuan PAUD. Karena itu, tak jarang orangtua menginginkan anaknya sekolah di PAUD berkualitas.

Tapi istilah ini kerap kali disalah artikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terjadi miskonsepsi.

Di antara miskonsepsi yang terjadi yaitu PAUD hanya boleh bermain tanpa keterkaitan dengan aspek perkembangan yang ingin dikuatkan.

PAUD juga dianggap sebagai tempat bagi anak untuk belajar calistung (membaca, menulis dan berhitung).

Baca juga: Yuk Ajari Anak Taat Norma Sejak Dini

Sering ada miskonsepsi

Melansir akun Instagram Direktorat PAUD Kemendikbud Ristek, Sabtu (22/5/2021), PAUD sama dengan satuan PAUDHI.

Saat ini ada miskonsepsi bahwa PAUDHI adalah jenis satuan PAUD dan bukanlah kondisi di mana berbagai penyedia layanan di komunitas bermitra agar anak usia dini mendapatkan layanan yang holistik dan integratif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun dampak dari berbagai miskonsepsi di atas yaitu, satuan PAUD diharapkan untuk menyediakan layanan holistik integratif secara mandiri.

Padahal penyediaan layanan tersebut memerlukan dukungan dari pihak lain, khususnya pemerintah daerah penambahan tugas bagi satuan PAUD & pendidik PAUD.

Tentu sebagai penyedia berbagai layanan esensial, sebelum memastikan tugas utamanya (layanan pendidikan) sudah memadai.

Apa itu PAUD berkualitas? PAUD berkualitas ditentukan dari kualitas layanannya, bukan dari kondisi sarana prasarana dan kelengkapan fasilitasnya.

Baca juga: 5 Tips Bermain Bersama Anak

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X