UMN dan Silla University Korsel Raih Hibah KOICA untuk Penguatan SDM Revolusi Industri 4.0

Kompas.com - 07/06/2021, 15:19 WIB

Sejak pertengahan tahun 2020, menurut Boby Arinto, Manajer Global Office UMN, Fakultas Teknik Silla University diarahkan untuk bekerja sama dengan Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UMN dalam penyusunan proposal proyek KOICA untuk pusat pendidikan teknik dan membina tenaga ahli untuk Revolusi Industri ke-4 di Tangerang.

Dekan FTI UMN, Niki Prastomo, menjelaskan, "pada bulan Januari 2021, diinfokan bahwa proposal dengan anggaran total 898 juta Won Korea yang diajukan telah berhasil diterima.”

KOICA merupakan organisasi pemerintah yang didirikan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan untuk meningkatkan efektivitas program bantuan hibah Korea Selatan untuk negara berkembang dengan melaksanakan program pemerintah.

Hibah yang diterima dari KOICA untuk proyek ini, akan didedikasikan untuk pembangunan pusat pelatihan teknis revolusi industri ke-4 di lingkungan UMN, pengembangan kurikulum perkuliahan dan silabus, pembangunan pusat infrastruktur fasilitas.

Selain untuk peralatan pendidikan dan dua laboratorium, dana hibah juga akan dikhususkan untuk pembuatan membuat modul kuliah online tingkat sarjana yang dapat digunakan di masa pasca pandemi Covid-19.

Pusat pelatihan ini didirikan untuk menghasilkan para spesialis yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang teknologi revolusi ke-4 di Indonesia, terutama di wilayah Tangerang.

“Lebih lanjut lagi, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian SDM dalam smart factory, big data dan cloud engineering yang diperlukan oleh perusahaan lokal Korea," ungkap Niki.

Ia menambahkan, "dalam jangka menengah-panjang, hal tersebut akan memberikan kontribusi yang besar dalam menciptakan lapangan kerja di Indonesia untuk sektor manufaktur dan IT.”

Proyek ini menjadi implementasi kerja sama antara Korea Selatan dan Indonesia dengan memperkuat “Kemitraan Strategis Khusus” untuk membentuk konsensus Official Development Assistance (ODA).

Keberadaan pusat pelatihan, kurikulum, fasilitas, dan modul perkuliahan dari proyek ini dapat dimanfaatkan oleh peserta pelatihan, dosen UMN, mahasiswa UMN, dan juga pihak-pihak lain di luar UMN.

Niki menambahkan, mahasiswa FTI UMN mendapatkan kesempatan untuk menggunakan pelatihan ini sebagai bagian dari skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka serta akses untuk fasilitas, bahan ajar, dan modul perkuliahan.

Tim FTI UMN yang dikoordinasi dosen program studi Teknik Komputer Aminuddin Rizal dan dosen Informatika Alethea Suryadibrata berkolaborasi sebagai mentor atau instruktur dalam proyek ini.

“Rekan-rekan dosen tersebut akan mengikuti pelatihan terlebih dahulu dalam bidang Track Big Data dan The Smart Factory Track. Selain berkoordinasi dengan pihak Silla University dalam hal akademik, pembahasan mengenai fasilitas pelatihan dan laboratorium juga sedang dilakukan,” tutup Niki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.