Kompas.com - 09/06/2021, 11:51 WIB
Potret Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Hj. B Lena Nuryanti Sastradinata M. Pd DOK. Humas Universitas Pendidikan IndonesiaPotret Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Hj. B Lena Nuryanti Sastradinata M. Pd

“Misal sesuai usia, jenis kelamin, hobi, gaya hidup, penyakit yang diidap, dan masih banyak dimensi yang dapat dikembangkan. Wilayah cakupan iklan bisa merambah kepada konsumen di seluruh dunia,” katanya.

Lena menjelaskan, kewirausahaan dan ekonomi kreatif memiliki benang merah, yaitu konsep kreativitas, ide atau gagasan, dan inovasi.

Baca juga: Meningkat Pesat, Peserta UTBK SBMPTN 2021 di UPI Naik 94,39 Persen

“Dengan bermunculannya wirausaha-wirausaha baru mahasiswa sebelum lulus sebagai hasil strategi pembelajaran kewirausahaan, maka antar mereka juga telah membangun komunitas dan membuat website sendiri, untuk kebersamaan dan berjalannya keberlanjutan usaha,” paparnya.

Ia mengatakan, bagi perguruan tinggi, khususnya UPI, era revolusi industri 4.0 menjadi sebuah momentum dalam mewujudkan pendidikan yang cerdas, melalui peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan, perluasan akses, dan relevansi dalam mewujudkan kelas dunia.

“Untuk mendorong agar tidak terjadi lagi penambahan pengangguran terdidik maka peran pendidikan sangatlah penting di dalam memberikan solusi penanggulangan labor market outcomes,” kata Lena.

Lena menjelaskan, harus ada revitalisasi dalam pelaksanaan sistem pembelajaran, sehingga perguruan tinggi dapat menghasilkan lulusan yang siap bekerja bahkan telah menciptakan pekerjaan sejak mengikuti perkuliahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: UPI Buka Jalur Mandiri dan Prestasi Istimewa, Simak Informasinya

Menurutnya, revolusi industri 4.0 dan society 5.0 yang ditandai dengan disrupsi teknologi memiliki implikasi yang signifikan terhadap sistem pendidikan di Indonesia.

“Keberadaan lembaga pendidikan tinggi akan tetap dibutuhkan, terutama oleh masyarakat yang masih berharap bahwa perguruan tinggi merupakan fungsi dari Tridarmanya itu sendiri,” ujarnya.

Lena mengatakan, keprihatinan masyarakat akan suramnya dunia kerja harus diimbangi dengan upaya para pendidik untuk peduli dan menanamkan kecerdasan kepada mahasiswa, agar mampu bangkit dari keterpurukan.

“Dengan demikian, profesi pendidikan dan keguruan yang mempertahankan adanya hubungan interaktif dengan kesetaraan yang beretika akan tetap eksis sampai anak cucu dan cicit generasi Alpha di beberapa dekade mendatang,” tutur Lena.

Baca juga: Turnamen E-sports Liga Mahasiswa, Tim UPI-1 Terbaik di Jabar

Kendati teknologi mengalami revolusi, Lena mengingatkan, manusia tetaplah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan sesamanya, terutama dengan Tuhannya, demi keselamatan di alam keabadian kelak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.