Webinar Nasional Pendidikan UNJ: Menyelamatkan Kualitas Pendidikan di Masa Pendemi

Kompas.com - 30/06/2021, 15:19 WIB

KOMPAS.com – Program Doktoral Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar webinar nasional “Antara SDGs dan Covid-19: Menyelamatkan Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19” pada 30 Juni 2021.

Webinar nasional bertujuan menjawab kegelisahan civitas academica, khususnya mahasiswa Program Doktoral Manajemen Pendidikan Pascasarjana UNJ dalam melihat fenomena pendidikan terjadi saat ini.

Seminar nasional menghadirkan empat narasumber yakni; Subandi Sardjoko (Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan dari Bappenas), Prof. Yudi Latif (Tokoh Nasional dan Pengamat Pendidikan), Katman (Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan dan Kerjasama, Ditjen PAUD Dikdasmen, Kemendikbud Ristek) dan Jejen Musfah (Wakil Sekjen PGRI dan Staf Ahli Komite III DPD RI).

Rektor UNJ, Prof. Komarudin menyampaikan seminar nasional yang diadakan mahasiswa Program Doktoral Manajemen Pendidikan Pascasarjana UNJ kelas non reguler ini merupakan bentuk implementasi dari ilmu yang didapat selama perkuliahan.

Tidak hanya itu, Rektor UNJ juga menambahkan, kegiatan ini jug menjadi bentuk kontribusi nyata dalam memberikan gagasan dan solusi bagi permasalahan pendidikan Indonesia yang terjadi di era pandemi Covid-19 saat ini.

"UNJ sebagai kampus pendidikan yang unggul dan bereputasi sangat berkomitmen dan turut selalu berkonstribusi dalam pencapaian tujuan SDGs dalam bidang pendidikan dan pencapaian pendidikan yang berkualitas melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi," tegas Prof.  Komarudin dalam sambutan.

Baca juga: Dukung Pemerataan Pendidikan, Universitas Terbuka Usulkan Program Wajib Kuliah kepada Pemerintah

Dukungan UNJ untuk SDGs

Hal senada disampaikan Direktur Pascasarjana UNJ, Prof. Nadiroh, yang menyatakan kegiatan seminar ini menjadi awal bagi UNJ dalam memberikan kontribusi lebih besar atas pencapaian tujuan SDGs.

"Seminar ini dapat menjadi model evaluasi pendidikan terutama untuk program pendidikan yang akan membentuk insan dengan kepemimpinan yang efektif dan pribadi-pribadi yang tangguh dan ber-Pancasila," harap Prof. Nadiroh.

Di sisi lain, Prof. Nadiroh juga berharap melalui webinar nasional ini Prodi Manajemen Pendidikan dapat memperkuat dukungan atas tercapaianya UNJ sebagai Center of Excellence SDGs. 

Lebih jauh Direktur Pascasarjana UNJ menjelaskan seminar nasional bermaksud menjawab tiga pertanyaan substansial pada kondisi pendidikan Indonesia di era pandemi Covid-19, yaitu:

 

Rektor UNJ Prof. Komarudin dalam webinar nasional ?Antara SDGs dan Covid-19: Menyelamatkan Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19?. Kegiatan seminar yang dilaksanakan 30 Juni 2021 oleh Program Doktoral Manajemen Pendidikan Pascasarjana UNJ.DOK. UNJ Rektor UNJ Prof. Komarudin dalam webinar nasional ?Antara SDGs dan Covid-19: Menyelamatkan Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19?. Kegiatan seminar yang dilaksanakan 30 Juni 2021 oleh Program Doktoral Manajemen Pendidikan Pascasarjana UNJ.

  • Dengan adanya Covid-19, sampai seberapa jauh tujuan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan berkualitas itu dapat dicapai?
  • Permasalahan apa saja yang dihadapi oleh para pihak terkait dari level strategis nasional sampai dengan level operasional di tingkat satuan pendidikan/sekolah dan guru?
  • Bagaimana masing-masing pihak dapat mengambil hikmah dan segera menyesuaian kebijakan operasional masing-masing dalam menyelematkankan tujuan SDGs ke-4?

Baca juga: Program Adiwiyata di SMA Ini Jadi Wadah Pendidikan Karakter Siswa

Webinar nasional ini diinisiasi mahasiswa Program Doktoral Manajemen Pendidikan Pascasarjana UNJ Kelas Non Reguler dalam rangka tugas akhir mata kuliah Manajemen Satuan Pendidikan.

Kegiatan seminar ini merupakan bagian dari penerapan project based learning yang menempatkan mahasiswa sebagai pilot dan dosen sebagai co-pilot dalam pelaksanaan pembelajaran.

Pelaksanaan seminar nasional yang dikelola mahasiswa secara mandiri merupakan bentuk evaluasi pembelajaran yang tuntas karena mengukur seluruh aspek yang terdiri dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Diharapkan penerapan project based learning ini dapat membentuk profesionalitas lulusan nantinya dalam bidang manajemen pendidikan, baik sebagai pemimpin maupun konsultan pendidikan.

 

Target capaian pendidikan 2030

Dalam webinar mengemuka dunia pendidikan Indonesia mengalami berbagai hambatan dalam proses pembelajaran di era pandemi Covid-19 saat ini. Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan secara jarak jauh atau daring menimbulkan banyak masalah.

Tidak hanya masalah tentang ketersediaan dan kestabilan jaringan internet, kepemilikan gawai atau dana untuk membeli kuota internet, tetapi juga masalah-masalah lain seperti kemampuan guru dalam memilih dan memadu-padankan metode pedagogi yang ada untuk dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh atau daring ini.

Menurut Laporan terakhir UNICEF di akhir 2020, terdapat sepertiga anak-anak di dunia yang tidak dapat menikmati sekolah selama masa pandemi karena mereka tidak memiliki akses ke teknologi informasi.

Kemampuan guru dan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola kegiatan pembelajaran makin diperlukan terutama untuk daerah-daerah yang masih belum mendapat jaringan internet.

Baca juga: UI Corpora Bersama Primagama Tingkatkan Pendidikan Vokasi Digital

Permasalahan pembelajaran di era pandemi Covid-19 ini, tentu dapat menghambat tercapainya tujuan SDGs khususnya dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia dari tujuan SDGs yang ada kemudian menetapkan target tujuan pendidikan sampai tahun 2030 sudah tercapai, yakni:

  • Semua anak perempuan dan laki-laki menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah tanpa dipungut biaya, setara dan berkualitas, yang mengarah pada capaian menciptakan pembelajaran yang relevan dan efektif;
  • Semua anak perempuan dan laki-laki mendapatkan akses terhadap perkembangan dan pengasuhan anak usia dini, pengasuhan dan pendidikan pra-sekolah yang berkualitas, sehingga mereka siap untuk menempuh pendidikan dasar;
  • Menghilangkan disparitas gender dalam pendidikan dan menjamin akses yang setara untuk semua tingkat pendidikan dan pelatihan kejuruan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, penduduk asli, dan anak dalam situasi rentan;
  • Membangun dan meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan yang sensitif anak, disabilitas dan gender, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, bebas kekerasan, inklusif dan efektif bagi semua.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.