Kompas.com - 07/07/2021, 11:47 WIB
Webinar BBPM Vokasi Pertanian (6/7/2021) DOK. GSMWebinar BBPM Vokasi Pertanian (6/7/2021)

KOMPAS.com - Pemerhati Pendidikan dan Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Muhammad Nur RIzal memandang sistem pendidikan telah membelenggu guru selama puluhan tahun karena hanya berorientasi pada pemenuhan administatif.

“Pola pengembangan profesionalisme guru di Indonesia selama ini berorientasi pada pemenuhan administrasi, sehingga penilaiannya lebih bersifat karikatif, atau tidak nyata. Sebatas konsep yang teknokratis,” ungkap Rizal.

Hal ini disampaikan Rizal dalam Bimbingan Teknis Sekolah Menyenangkan yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi bidang Pertanian, secara daring pada Selasa, 6 Juli 2021.

Padahal, kualitas guru disinyalir kuat menjadi permasalahan utama stagnasi kualitas pendidikan dan SDM Indonesia. Meski permasalahan ini sudah dikenali sejak lama, namun Rizal menilai tidak kunjung membuahkan solusi yang signifikan hingga sekarang.

Menurut Muhammad Nur Rizal, jangan-jangan, sistem pendidikan Indonesia sendiri yang telah membelenggu guru selama puluhan sehingga menjadi alasan solusi tidak kunjung berbuahkan hasil.

Baca juga: Guru Sekolah Dasar Harus Beradaptasi dengan Pembelajaran Digital

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Guru Penggerak dan profesionalitas guru

Rizal menyampaikan, meskipun Kemendikbud Ristek mencoba mengembangkan pelatihan Guru Penggerak yang menjadi pendamping bagi guru-guru di lima hingga tujuh sekolah lain di sekitarnya, namun pada implementasinya, pemerintah daerah masih berorientasi pada pemenuhan administrasi.

Menurut Rizal, ada tiga aspek yang harus diubah dalam pengelolaan pengembangan profesionalisme guru, yaitu:

(1) Aspek pemberian otonomi kepada guru untuk memiliki kekuasaan dalam mengambil keputusan atau kepemilikan atas praktik pengajaran mereka.

(2) Pembentukan komunitas guru yang saling berbagi praktik pengajaran dan mendukung satu sama lain dalam rangka mempertahankan standar kualitas pengajaran dan tidak terlalu berorientasi pada pemenuhi administrasi.

(3) Kesempatan luas untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.