Kompas.com - 16/07/2021, 17:23 WIB
IoT menjadi modal utama membangun sebuah infrastruktur pintar dalam industri. Tapi, aplikasinya tidak mudah, banyak faktor perlu dipertimbangkan sebelum mengadopsi IoT. THINKSTOCKPHOTOSIoT menjadi modal utama membangun sebuah infrastruktur pintar dalam industri. Tapi, aplikasinya tidak mudah, banyak faktor perlu dipertimbangkan sebelum mengadopsi IoT.

KOMPAS.com - Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (Undip) terus berupaya memperbaharui materi kuliah Internet of Things (IoT) yang diberikan kepada mahasiswa di semua program studi (prodi).

Dekan FPP Undip, Prof Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetiyono mengatakan materi kuliah IoT menjadi salah satu bekal bagi lulusan Undip menghadapi era digital.

Menurutnya, pemberian bekal Internet of Things di semua jenjang pendidikan adalah sebuah keniscayaan.

“Semula Internet of Things sebenarnya hanya alat bantu saja. Namun kini kami melihatnya sebagai hal esensial yang harus dikuasai sebagai bekal di era industry 4.0,” kata Prof Bambang seperti dirangkum dari laman Undip, Jumat (16/7/2021).

Baca juga: Cerita Siswi SMK Ranking Ke-33 di Kelas yang Lolos Masuk UI

IoT sendiri adalah teknologi yang memungkinkan sebuah objek tertentu memiliki kemampuan untuk mengirimkan data lewat melalui jaringan dan tanpa adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

IoT yang sering diidentifikasi dengan RFID (Radio Frequency Identification) sebagai metode komunikasi, mengalami perkembangan yang sangat cepat, mulai dari tingkat konvergensi teknologi nirkabel, microelectromechanical (MEMS), internet, dan QR (Quick Responses) Code.

Adapun unsur-unsur dalam IoT setidaknya meliputi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), penggunaan perangkat yang ukurannya makin kecil dengan efektivitas dan daya hasil yang tinggi, adanya sensor baik untuk sensor cahaya, sensor suara maupun sensor pendeteksi lain, serta peningkatan keterlibatan aktif peralatan atau mesin dalam menjalankan fungsinya.

“Apapun istilahnya, apakah modern farm, digital farming ataupun smart farming, itu tantangan yang harus kita hadapi bersama. Dalam konteks sebagai lembaga pendidikan tinggi, kami juga berkomitmen untuk menyiapkan lulusan kita menghadapi tantangan yang ada sesuai jenjang dan tuntutan keahlian,” paparnya.

Baca juga: Beasiswa Unggulan 2021 Kemendikbud untuk Mahasiswa S1-S3: Manfaat dan Cara Daftar

Materi IoT relevan dengan ilmu dan kebutuhan

Karena dianggap esensial, lanjut dia, FPP Undip berupaya selalu memperbaharui materi kuliah IoT yang diselenggarakannya agar relevan dan mampu menjawab kebutuhan yang ada.

"Perkembangan yang ada, serta masukan dari para pemangku kepentingan menjadi pertimbangan penting dalam memperbaharui materi kuliah IoT di FPP Undip," imbuh dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.