Kompas.com - 16/07/2021, 20:54 WIB
MYCYS 2021 merupakan kompetisi yang menekankan penguasaan ilmu sains dasar guna melahirkan inovasi sains dan ilmuwan muda. Dok. KemendikbudMYCYS 2021 merupakan kompetisi yang menekankan penguasaan ilmu sains dasar guna melahirkan inovasi sains dan ilmuwan muda.

KOMPAS.com - Tim Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Malaysia berhasil mengukir sejarah dengan merebut medali emas dalam kompetisi sains Malaysia Conference of Young Scientists (MYCYS) 2021.

MYCYS 2021 merupakan kompetisi yang menekankan penguasaan ilmu sains dasar guna melahirkan inovasi sains dan ilmuwan-ilmuwan muda di masa depan.

SIKK mengirimkan satu tim matematika jenjang Sekolah Menengah Pertama dengan anggota Ahmad Ryzki Samsudin, Robert Ananias Ikeng, Giran Nabila Srikaton, serta Michellyta Andrianus sebagai anggota cadangan.

Baca juga: Cerita Siswi SMK Ranking Ke-33 di Kelas yang Lolos Masuk UI

Dalam kompetisi tersebut, tim SIKK mengajukan Math Magic Board untuk dilombakan.

Math Magic Board diadopsi dari buku Math and Magic karya Arthur T. Benjamin, di mana deretan angka disusun secara berlapis, serta penjumlahan arah mendatar dan vertikal masing-masing baris dan kolom adalah 18.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Guru Matematika selaku pembimbing tim, Nayudin Hanif bercerita para siswa berlatih secara bertahap.

“Dimulai dari pemahaman konsep matematika, pengembangan alat, eksperimen, sampai dengan latihan presentasi dengan Bahasa Inggris,” ucap Nayudin.

Nayudin juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh tim. “Di saat-saat terakhir pengambilan video untuk dikirim, salah satu anggota, Giran, tidak bisa bergabung karena tempat tinggalnya berada di wilayah yang terkena kebijakan full lockdown sehingga Michellyta sebagai anggota cadangan harus menggantikannya. Namun, tim berhasil meraih emas,” tutur Nayudin.

Baca juga: Beasiswa S1 di Malaysia 2021, Kuliah Gratis dan Tunjangan Hidup

Salah satu siswa anggota tim, Robert mengucapkan terima kasih pada guru-guru yang telah membimbing.

“Saya mengalami kesulitan mengungkapkan teks bahkan saat pengambilan video, selalu ada salah kata. Namun, justru dari kesalahan itu, kami bangkit sehingga mendapatkan hasil setimpal dengan kerja keras kami. Saya bahagia dan bersyukur kepada Yang Maha Esa, karena berkat Bapak Ibu, kami bisa menang dan merasakan kebahagiaan ini,” ungkap Robert.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.