Kompas.com - 19/07/2021, 17:00 WIB
Rektor IPB University, Prof. Arif Satria dalam saat memberikan sambutan di acara wisuda pada Rabu (15/1) bertempat di Gedung Grha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga Bogor. Dok. IPB UniversityRektor IPB University, Prof. Arif Satria dalam saat memberikan sambutan di acara wisuda pada Rabu (15/1) bertempat di Gedung Grha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga Bogor.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19, perkembangan teknologi yang begitu cepat, dan kebutuhan di dunia kerja yang kian banyak dan baru, menghadapkan mahasiswa pada sejumlah perubahan.

Perubahan yang mengharuskan mahasiswa beradaptasi dengan cepat untuk bisa bersaing saat lulus nanti.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria mengatakan ada tiga ciri perubahan yang perlu dipahami mahasiswa.

Pertama adalah kecepatan perubahan yang sangat tinggi. Mahasiswa dituntut untuk merespon perubahan dengan cepat sehingga skala ukuran kecepatan menjadi penting.

Baca juga: Pelatihan Bahasa Korea Gratis Korea Foundation 2022, Tunjangan Rp 12,6 Juta Per Bulan

Kedua ialah perubahan yang penuh dengan ketidakpastian, yakni pandemi. Covid-19, lanjut Arif, adalah salah satu sumber ketidakpastian yang memerlukan kemampuan untuk bisa beradaptasi terhadap situasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu ketiga, adalah ciri kompleksitas yang satu sama lain saling terkait.

"Yang mampu survive adalah yang mampu merespons perubahan. Maka IPB University Insya Allah akan terus berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan Anda semua sebagai mahasiswa untuk memiliki bekal agar siap menghadapi perubahan,” ujar Arif dalam Studium Generale Mahasiswa Baru IPB University Angkatan 58, seperti dilansir dari laman IPB, Senin (19/7/2021).

Prof Arif menambahkan bahwa dibutuhkan satu mindset baru berupa kepercayaan diri, cara berpikir serta orientasi. Ketiganya adalah modal menuju kemajuan.

“Kita perlu memiliki future mindset dan adaptive mindset. Orang yang memiliki growth mindset adalah orang-orang yang yakin bahwa dirinya bisa berubah. Kita juga memerlukan softskill baru dan hardskill baru. Oleh karena itu IPB University berupaya untuk menyeimbangkan antara hardskill dan softskill. Kita hidup bukan sendiri, sehingga membutuhkan adanya kolaborasi, leadership dan influence. Jadilah seorang learner, pembelajar yang lincah, cepat dan tangguh, sebagai modal kita beradaptasi,” imbuh dia.

Baca juga: Dua Pertiga Siswa Indonesia Anggap Kecerdasan Tak Bisa Diubah, Ini Dampaknya

Sementara itu, Alim Setiawan Slamet, Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier IPB University menambahkan bahwa "excellent innovation" berasal dari kekuatan mindset.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.