Kompas.com - 27/08/2021, 10:10 WIB
|

KOMPAS.com - Saat pandemi ini, banyak orang berupaya menjaga kesehatan. Selain olahraga teratur, asupan makanan bergizi juga penting.

Tentu, hal ini sebagai upaya pencegahan terjadinya penyakit Covid-19 maupun penyembuhan jika sudah terkena penyakit tersebut.

Dr. Mirza HST Penggalih, S.Gz., M.PH., RD dari Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM dalam bincang santai RAISA Radio memberikan tips memilih makanan sehat di masa pandemi.

Baca juga: Mahasiswa UGM Kembangkan Kemasan Makanan Ramah Lingkungan

Menurutnya, penerapan pola makan yang baik dan benar itu sebetulnya dengan menerapkan prinsip gizi seimbang dan isi piringku seperti yang sudah diatur juga oleh pemerintah.

"Jadi, isi piringku itu menggambarkan mengenai anjuran porsi dalam setiap kali makan," ujarnya seperti dikutip dari laman FK-KMK UGM, Kamis (26/8/2021).

Dalam sekali makan jumlah porsi sayuran dan buah sebanding dengan porsi nasi ditambah lauk-lauk. Dengan rincian piring berisi 1/3 porsi lauk pauk dan 2/3 porsi makanan pokok. Sebagian lagi 1/3 porsi buah dan 2/3 porsi sayur.

Aturan tersebut juga diharapkan tetap bisa dilakukan saat seseorang sedang isoman atau terjangkit penyakit virus Covid-19.

Namun memang saat virus tersebut masuk ke dalam tubuh, indra perasa sering hilang sehingga nafsu makan turun dan mengakibatkan tubuh kekurangan energi dan lemas.

Meskipun nafsu makan sering turun saat terjangkit virus Covid-19, namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya.

1. Pertama, mencoba memilih makanan yang memiliki rasa manis dan asam, karena makanan tersebut biasanya memiliki rasa yang kuat dan sedikit bisa membangkitkan nafsu makan pasien.

2. Kedua, hindari, makanan yang berlemak tinggi, karena biasanya mengandung bahan inflamasi dan akan semakin memperparah penyakit itu sendiri.

Baca juga: 4 Sumber Makanan Pengganti Nasi, Siswa Sudah Paham?

3. Ketiga, untuk minuman bisa memilih jus yang rasanya asam seperti jus buah naga, jus jeruk maupun buah anggur.

4. Keempat, untuk penyediaan lauk bisa memilih berbagai masakan ungkep, pepes, ataupun lauk yang berbumbu tajam dengan olahan rempah.

 

Saat seseorang sudah terjangkit virus ini, biasanya kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan untuk memasak dan mengolah masakan.

Sehingga alternatifnya pasti membeli makanan secara online. Pembelian makanan secara online ini juga sekarang perlu diperhatikan agar tidak salah memilih.

"Sebetulnya saat ini sudah banyak sekali makanan sehat yang juga tersedia di platform-platform online atau restoran terdekat. Tinggal bagaimana setiap orang bisa melek dengan literasi makan sehat dan tidak melulu memilih makanan tinggi lemak," ungkap Mirza.

Sebab pada prinsipnya, setiap makanan tidak ada yang bisa menjadi superfood atau hanya bisa dimakan satu jenis saja, namun makanan yang di konsumsi itu harus beragam karena zat gizinya saling melengkapi satu sama lain.

Makanan yang banyak disukai masyarakat seperti tinggi gula dan lemak juga sebetulnya masih boleh di konsumsi tetapi perlu diperhatikan bagaimana memenejemen diri sendiri supaya tidak terus menerus.

Di akhir sesi, Mirza memberikan pesan bahwa kesehatan itu mahal harganya, salah satu hal yang mendukung adalah makan dan olahraga.

Baca juga: 7 Bahan Makanan Peningkat Imun, Siswa Wajib Paham

Sehingga perlu diperhatikan prinsip makan yang sesuai dengan kebutuhan, bisa jadi dikurangi bisa jadi ditambah dengan cara menerapkan gizi seimbang, dan isi piringku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.