PENDIDIKAN

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Kemendikbud Ristek Targetkan 10.000 Sekolah Penggerak

Kompas.com - 27/08/2021, 13:10 WIB
Suasana belajar MTs Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). -Suasana belajar MTs Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menargetkan sekitar 10.000 Sekolah Penggerak (SP) sudah berjalan pada tahun ajaran 2022/2023.

Hal tersebut dinyatakan Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD dan Dikdasmen) Kemendikbud Ristek Sutanto.

Menurutnya target tersebut berdasarkan pada hasil Program Sekolah Penggerak (PSP) angkatan pertama tahun ajaran 2021/2022 yang sudah mulai berjalan. Terdapat 2.500 sekolah terpilih dari 111 kabupaten dan kota yang menjalankan program ini.

“Sementara itu, hasil PSP angkatan kedua terdapat 7.500 sekolah dari 139 kabupaten dan kota di 34 provinsi di Indonesia,” kata dia saat menggelar seri webinar "Sosialisasi Program Sekolah Penggerak Angkatan ke-2 tahun 2021" secara daring di kanal YouTube Ditjen PAUD dan Dikdasmen, Kamis (26/8/2021).

Baca juga: Kemendikbud Ristek: Sekolah Penggerak Ciptakan Pembelajaran Mengasyikkan

Ia berharap, kepala sekolah dan guru PSP angkatan pertama dapat melakukan transformasi diri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat satuan pendidikan masing-masing.

"Kemudian pada waktunya melakukan pengimbasan (memeriksa) di satuan pendidikan di sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan yang serupa," imbuh Sutanto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sutanto menjelaskan, PSP bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran para siswa. Untuk itu, Sekolah Penggerak harus memiliki kepala sekolah (kepsek) dan guru sebagai satuan pendidikan.

“Oleh karena itu, hari ini pada Kamis (25/8/2021), kami mengundang kepala dinas (kadin) provinsi dari 250 kabupaten dan kota dalam rangka menyiapkan Sekolah Penggerak di 2022,” ujarnya.

Baca juga: Masih Dibuka Pendaftaran Pelatih Ahli Sekolah Penggerak, Ini Syaratnya

Kebijakan program Sekolah Penggerak

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Mulyatsyah mengatakan, Program Sekolah Penggerak (PSP) merupakan katalis untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia.

Visi pendidikan yang dimaksud adalah mewujudkan Indonesia maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya “Pelajar Pancasila”.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.