Kompas.com - 31/08/2021, 17:35 WIB
Buku bahagia bersama karya kang maman dan mice DOK. GrasindoBuku bahagia bersama karya kang maman dan mice

 

Penulis: Yayi Dewintya, Editor Grasindo Publisher

KOMPAS.com - Menjalani hari-hari di tengah pandemi semakin hari semakin berat dirasakan banyak orang. Dalam keadaan yang seperti ini, kebahagiaan-kebahagiaan kecil amat berharga. Kebahagiaan itu menjadi seperti oase bagi lelahnya fisik maupun mental.

“Pakeeeettt,” Barangkali itu adalah salah satu contoh kecil kebahagiaan yang ingin kita dengar. Teriakan kurir di luar pagar membuat kita tak sabar ingin menerima sebuah paket yang kita beli atau yang orang bagi.

Seperti kita yang bahagia menerima paket, pun bagi kurir. Mereka juga bahagia telah menuntaskan pekerjaannya. Bahagianya berlipat ganda manakala melihat kita bergembira menerima paketnya. Itulah kunci bahagia bersama, bahagia melihat orang lain bahagia.

Meski dalam perjalanannya mengantar paket menempuh banyak rintangan, seorang kurir akan selalu tersenyum saat berhadapan di depan penerima paket. Tak heran bila ada yang dinamakan “jalur neraka” bagi kurir.

Baca juga: Dua Dekade Tarian Bumi Karya Oka Rusmini Dinikmati Pembaca

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka kadang menemukan blok dan nomor rumah di suatu kompleks yang tidak beraturan dan tidak berurutan. Seorang kurir bisa memutari sampai 10 kali, baru menemukan alamat yang dituju. Di beberapa tempat, “jalur neraka” artinya daerah tersebut tidak dapat diakses internet atau Google Maps.

Kisah-kisah berbagi kebahagiaan dapat menjadi pengingat kita betapa berbagi itu tak perlu banyak, bahwa berbagi itu tidak selalu dengan materi, bahwa berbagi itu tidak mengurangi rezeki. Pengingat itu dapat kita baca dalam buku Bahagia Bersama yang ditulis Kang Maman dan diilustrasikan Mice.

Kang Maman melalui pengalamannya dalam menulis dan berkegiatan, memberikan analogi-analogi sederhana tentang berbagi, memberi, dan menyantuni. Muhammad Misrad atau yang populer disebut Mice dengan sangat baik menerjemahkan cerita-cerita di dalam buku menjadi sebuah ilustrasi berwarna yang berkarakter khas.

Berbagi, memberi, menyantuni merupakan fondasi yang kokoh yang bisa diterapkan di dalam individu orang maupun sebuah perusahaan. Prinsip tersebutlah yang diterapkan JNE hingga mampu menjadi perusahaan ekspedisi terbesar di Indonesia.

Baca juga: Psikolog UGM Beberkan 2 Tips Bahagia di Masa Tua

Prinsip JNE itu dibentuk dari karakter pendirinya, Soeprapto Suparno. Seorang yang rendah hati dan gemar berbagi. Hingga kemudian JNE menjadi besar seperti sekarang di bawah pimpinan "Tiga Serangkai", nilai-nilai luhur tersebut tetap dipertahankan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.