Kompas.com - 26/09/2021, 12:50 WIB
Ilustrasi hubungan penuh pertengkaran yang memicu putus lewat chat. SHUTTERSTOCKIlustrasi hubungan penuh pertengkaran yang memicu putus lewat chat.
|

Jadi merasa tidak nyaman jika tidak ada dia.

2. Cemas ambivalen

Hubungan beracun berada di antara perasaan senang dan takut. Seharusnya tidak ada perasaan itu kalau berada di dekat orang yang dicintai, namun hanya ada perasaan nyaman.

3. Cemas menghindar

"Ini adalah hubungan yang sebenarnya ingin dihindari tetapi merasa tidak enak karena mungkin terus dicari," tegas Prof. Yayi.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 pada Anak Penting Dilakukan, Ini Kata Dosen Unpad

Ciri perilaku toxic

Perilaku toxic, lanjut Yayi, dapat dikenali dengan beberapa ciri, yaitu:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Terlalu sibuk dengan dunia maya
  • Terus mengkritik
  • Mengekspresikan ketidaksukaan secara tak langsung
  • Menghindari hubungan emosional dengan orang lain
  • Menyembunyikan masalah.

Yayi mengungkapkan, tanda-tanda hubungan beracun adalah memanipulasi orang lain, tidak konsisten, tidak mau meminta maaf, tidak punya sifat empati dan simpati, dan hanya mau senangnya saja.

Baca juga: Konimex Buka 5 Posisi Lowongan Kerja Lulusan S1, Yuk Daftar

Dampak toxic relationship

Yayi menekankan, hubungan beracun dapat mengakibatkan beberapa hal, seperti:

  • Cemas dan stres
  • Mempunyai masalah kepercayaan
  • Kesehatan mental yang terganggu
  • Gangguan dalam kehidupan sehari-hari
  • Trauma
  • Tidak nyaman dan tidak aman (insecure).

Yayi menyampaikan cara mengatasi dan mencegah agar tidak terjebak dalam hubungan beracun adalah dengan berbicara. 

Setelah upaya berbicara namun toxic relationship masih saja terjadi, sebaiknya berpikir panjang untuk tetap menjalin hubungan dengan orang tersebut. Terutama jika ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Dalam psikologi pola perilaku, perulangannya ada sehingga harus dipikirkan kembali.

Yayi menegaskan, pertama yang perlu dilakukan yaitu berbicara secara efektif. Hal ini berarti, pembicara dan penerima mengerti pesan yang disampaikan.

Baca juga: Undip Peringkat 1 Versi QS WUR Graduate Employability Rankings 2022

Langkah kedua yakni berbicara secara asertif. Asertif berarti rasional, menyatakan secara langsung yang diinginkan, menghargai dan memahami orang lain.

"Asertif artinya tegas, berterus terang dan kalau bisa secara definitif diucapkan. Misalnya mengucapkan kalau kita tidak suka dibatasi untuk bermain dengan orang lain," tegas Prof. Yayi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.