Kompas.com - 28/09/2021, 06:09 WIB
Ilustrasi pengusaha muda. Dok. Shutterstock/Odua ImagesIlustrasi pengusaha muda.
|

KOMPAS.com - Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Workshop Kewirausahaan secara daring, Sabtu (25/9/2021).

Adapun workshop diikuti sebagian besar mahasiswa baru UNS. Tujuan acara untuk memberikan bekal bagi mahasiswa yang ingin jadi pengusaha muda.

Dengan menghadirkan narasumber workshop seorang wirausahawan muda, Didik Arwinsyah, diharapkan mahasiswa untuk menjadi wirausahawan.

Baca juga: Ini Tips Atasi Sesak Napas dari Mahasiswa UNS

Workshop kewirausahaan bisa menjadi jendela bagi mahasiswa baru untuk melihat dunia bisnis sehingga mereka dapat mempersiapkan diri lebih dini.

Sebagai penerima Wirausaha Muda Mandiri Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah tahun 2014, Didik menuturkan bahwa era digital memudahkan siapapun untuk memulai bisnisnya secara online.

"Bermodal laptop, ponsel, dan internet, seorang pengusaha online dapat menjangkau berbagai wilayah," ujarnya dikutip dari laman UNS, Senin (27/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melihat kemudahan itu, Didik membagikan 3 tips menjadi pengusaha muda atau entrepreneur online di usia muda.

1. Harus punya produk

Mahasiswa harus mempunyai produk. Produk tersebut bisa berbentuk fisik, jasa, dan digital. Produk fisik misalnya pakaian, makanan, kerajinan tangan, dan sebagainya.

Sementara produk jasa bisa disesuaikan dengan skill para mahasiswa yang memiliki nilai jual. Terakhir adalah produk digital, misalnya video tutorial yang dewasa ini semakin beragam.

Baca juga: Sabun Kertas Berbahan Alami Ini Karya Mahasiswa UNS

2. Riset pasar

Tips kedua ialah melakukan riset pasar atau market. Riset pasar bisa dilakukan dengan mudah melalui internet.

Hanya dengan memasukkan nama kota sebagai kata kunci, mahasiswa dapat memperoleh fakta baru mengenai kebutuhan pasar di wilayah tertentu.

3. Pahami konsep marketing

Mahasiswa harus memahami konsep marketing. Didik merumuskan konsep marketing ke dalam tiga hal, yaitu BMT:

  • B merupakan singkatan dari butuh
  • M adalah murah
  • T adalah terbatas

Selain itu, mahasiswa juga perlu memastikan bahwa produk yang mereka jual dibutuhkan oleh masyarakat.

Apabila produk tersebut termasuk ke dalam kebutuhan sekunder atau tersier, maka mahasiswa dengan daya kreativitasnya dapat membuat calon pembeli merasa butuh untuk membeli produk yang ditawarkan.

Mahasiswa sebagai pengusaha juga dapat menawarkan produk ke pembeli dengan memberikan promo. Promo membuat produk yang dijual terkesan lebih murah.

Selain menciptakan kebutuhan dan melakukan promo, mahasiswa sebagai pebisnis dapat membatasi jumlah produk yang dijual.

Baca juga: Webinar FK UNS Bahas Covid-19 dari A-Z

Pembatasan tersebut bisa dilakukan baik secara kuantitatif maupun waktu promo. Maka seorang pebisnis juga harus jeli.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.