Kompas.com - 18/10/2021, 11:28 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

Dari mutiara laut, air tawar, mutiara baroque, semua ada. Mau rangka rhodium, emas, perak, semua bisa," terang alumni IPB angkatan 43 ini.

Suksesnya dalam bisnis mutiara tak melupakan Maulana untuk berbagi.

Baca juga: Skill yang Harus Dikuasai Mahasiswa di Dunia Kerja 5 Tahun Mendatang

Dalam benaknya, Lombok Paradise harus menjadi social enterprise.

Karenanya, dia juga mendirikan Yayasan Kabua Dana Rasa untuk kegiatan sosial.

"Kami ingin menjadi social enterprise. Dimana model komersialnya dengan PT Nusantara Multijaya. Sementara untuk filantropi, lewat Yayasan Kabua Dana Rasa, yang dalam bahasa Bima artinya membangun tanah air. Kami ingin dari bisnis, kita kembalikan kegiatan yang jauh lebih bermanfaat," ungkap dia.

Sementara Suaedi Sunanto sukses menggeluti bisnis obat hewan dan makanan hewan kesayangan.

Dua mengawali karir di salah satu perusahaan farmasi.

Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk serius berwirausaha dengan mendirikan Nutricell di tahun 2015.

"Kami menggeluti bidang obat hewan dan makanan hewan kesayangan. Sampai hari ini kita ada beberapa sister company, termasuk satu legal entity yang ada di Singapura dan satu representative office di Vietnam," ujar Suaedi.

Selain memfokuskan pasar lokal, Nutricell juga telah berhasil mengembangkan pasar untuk ekspor.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.