Kompas.com - 26/10/2021, 09:56 WIB
Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek kembali menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Nasional atau PKN 2021. Seperti tahun sebelumnya, tahun ini PKN diselenggarakan secara daring. DOK. DITJEN KEBUDAYAANDitjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek kembali menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Nasional atau PKN 2021. Seperti tahun sebelumnya, tahun ini PKN diselenggarakan secara daring.

KOMPAS.com - Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek kembali menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Nasional atau PKN 2021. Seperti tahun sebelumnya, tahun ini PKN diselenggarakan secara daring.

Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid pada peluncuran PKN 2021 secara daring (25/10/2021) menyebut, penyelenggaraan PKN sebagai pagelaran berbasis budaya di tengah situasi pandemi diharapkan dapat memastikan nyala api dan semangat kebudayaan tetap terjaga.

Hilmar juga menyampaikan, PKN 2021 hadir untuk mengawali perubahan gaya hidup, yakni putar haluan dari segala cara hidup lama yang tidak berkelanjutan, temukan arus kebudayaan dari bawah yang akan melontarkan kita ke masa depan, maju ke cara hidup baru yang berkelanjutan.

“Kebudayaan bisa jadi pandu menuju Normal Baru. Kebudayaan Nusantara telah dihasilkan lewat praktik sosial selama ribuan tahun dan terbukti membuat kita bertahan hingga hari ini. Ke sana kita perlu menengok untuk mencari jalan keluar dari dilema hari ini,” ujar Hilmar.

Mengusung tema “Cerlang Nusantara, Pandu Masa Depan,” PKN tahun 2021 kali ini berusaha mengajak masyarakat untuk kembali mengenali jati diri dan khazanah budaya bangsa sebagai suatu aset dan mengadaptasinya dengan cara hidup yang kekinian.

Tema ini dimaksudkan untuk menjawab problem utama hari ini adalah problem gaya hidup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pola konsumsi kita yang dirasa berlebihan ikut membentuk pola produksi yang tidak berkelanjutan. Oleh karena itu penyelenggaraan PKN 2021 akan menitikberatkan kepada kearifan-kearifan lokal sebagai akar dari ketahanan budaya.

Untuk menuju kesana pada tahun ini program-program pada PKN 2021 disusun dengan berdasarkan pada Sandang, Pangan, dan Papan, sebagai hal fundamental dalam kehidupan masyarakat.

Baca juga: Menkop dan UKM Dorong Perekonomian Jabar Melalui Eksplorasi SDA dan Kebudayaan

Pemilihan tema dan tujuan penyelangaraan PKN dilakukan setelah sebelumnya diselenggarakan forum-forum diskusi terpumpun yang melibatkan pakar-pakar di bidangnya seperti: Samuel Wattimena (sektor Sandang), Helianti Hilman (sektor Pangan), dan Gregorius Antar Awal (sektor Papan).

Adapun sektor-sektor tersebut nantinya akan menjadi landasan dari penyelenggaraan program-program utama PKN, yakni kompetisi, konferensi dan lokakarya, pameran, pergelaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.