Kompas.com - 01/11/2021, 17:13 WIB
Mahasiswa Universitas Pertamina Dok. Universitas PertaminaMahasiswa Universitas Pertamina

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap kenaikan angka pengangguran di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kelompok usia 20 hingga 24 tahun hingga Februari 2021 mencapai 17,66 persen. Sementara, untuk kelompok usia 25 hingga 29 tahun, angkanya menyentuh 9,27 persen.

BPS juga menyebut, pandemi telah meningkatkan angka kemiskinan di Indonesia. Pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 27,54 juta orang.

Angka tersebut membuat tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 10,14 persen dari total populasi nasional. Terutama di pedesaan, BPS mencatat indeks kedalaman kemiskinan di pedesaan menembus angka 2,27 persen. Jauh lebih tinggi dibandingkan perkotaan yang hanya menyentuh angka 1,29 persen.

Baca juga: Cara Belajar Jan Meyer, Peraih IPK Tertinggi ITB 2021

Membantu mengurangi jumlah pengangguran yang berdampak pada turunnya kemiskinan Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina menggagas proyek budidaya pakan hewan ternak dari sampah organik.

Proyek budidaya pakan hewan ternak dari sampah organik dilakukan di Desa Simpang, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua tim mahasiswa, Abid Naufal Khairan mengatakan ide ini muncul ketika dirinya melihat banyak sampah sayur dan buah yang membusuk di sepanjang jalan lintas Kabupaten Curup-Kepahiang.

“Ide ini muncul ketika saya melewati jalan lintas Kabupaten Curup-Kepahiang dan melihat banyak sampah sayur dan buah yang membusuk di sepanjang jalan. Ada potensi lapangan kerja yang bisa diciptakan khususnya untuk pemuda seusia saya,” ungkap Abid dalam keterangan tertulis Universitas Pertamina.

Kabupaten Kepahiang sendiri merupakan penghasil komoditi pertanian sekaligus penyumbang sampah organik terbesar di provinsi Bengkulu. Jumlah sampah organik yang dihasilkan mencapai 74% dari total sampah di Provinsi Bengkulu.

Baca juga: Cerita Horor Mahasiswa di 9 Kampus Indonesia, Ada Kampus Kamu?

“Sampah organik ini akan kami urai menjadi maggot, sejenis organisme yang berasal dari larva Black Soldier Fly (BSF). Maggot merupakan pakan ternak yang mengandung lemak dan protein melimpah. Maggot juga bisa dijadikan sebagai pupuk organik yang aman bagi pertanian,” ujarnya.

Melalui proyek budidaya maggot ini, Abid dan tim berharap tidak hanya dapat mengentaskan permasalahan kepemudaan seperti penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mengentaskan permasalahan ekonomi dan lingkungan secara bersamaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.