Kompas.com - 05/11/2021, 19:07 WIB

KOMPAS.com - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Kelapa Dua Kabupaten Tangerang mengadakan sentra vaksin bagi masyarakat umum dan juga mahasiswa dengan menggunakan jenis Vaksin Pfizer.

Ketua Pelaksana Sentra Vaksinasi UMN, Nur Sayidatunnisa mengatakan tersedia 1.200 vaksin Pfizer untuk dosis pertama dan kedua dengan target per hari 400 vaksin untuk peserta yang mendaftar online maupun on the spot (langsung).

Sentra vaksin UMN ini berlangsung dari Kamis hingga Sabtu (4-6/11/2021), mulai pukul 09.00-12.00 WIB berlokasi di Kampus UMN, Lobby Gedung P.K. Ojong-Jakob Oetama Tower (gedung D UMN).

Baca juga: Siswa SD Usia 6-11 Tahun Bisa Vaksin Sinovac, Ini Rekomendasi IDAI

“Kita (UMN) sangat senang pada saat ditunjuk (menjadi sentra vaksinasi), artinya kita juga turut serta untuk mendukung pemerintah dalam program pemerintah tersebut,” ungkap Nur seperti dilansir dari laman UMN.

Berdasarkan data pendaftar yang masuk, lanjut dia, peserta vaksinasi di sentra vaksin UMN berasal dari daerah di Jabodetabek dan sekitarnya.

“Untuk pendaftar sendiri rata-rata dari wilayah Jabodetabek, bahkan yang dari Bekasi ada, Depok dan Bogor juga ada. Dari luar Jabodetabek ada di area Serang dan Cilegon,” ungkap Nur.

Ia menerangkan, ketentuan untuk mengikuti vaksinasi di sentra vaksin UMN, yaitu minimal usia 12 tahun ke atas.

Lalu, untuk dosis ke-2 membawa kartu vaksin dosis 1, untuk dosis ke-2 masa interval minimal 21 hari dari dosis 1.

Baca juga: UMN Bakal Gelar Kuliah Data Science Gratis, Program Kampus Merdeka

Peserta juga diharuskan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotocopy (seluruh Indonesia), fotocopy Kartu Keluarga bagi yang belum memiliki KTP, membawa buku KIA bagi ibu hamil dan menyusui aman divaksin, membawa pena untuk isi form skrining, dan surat keterangan dokter untuk yang memiliki komorbid.

“Begitupun untuk Warga Negara Asing (WNA) yang sedang bekerja atau yang sedang menetap di Indonesia bisa jika punya dokumen yang sudah terhubung ke Dukcapil, karena kita input berdasarkan sistem nomor KTP itu. Kemudian untuk vaksin ke-2 dia harus yang Pfizer sama dengan vaksin pertama, tidak bisa beda,” jelas Nur.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.