Kompas.com - 09/01/2022, 17:52 WIB
|

KOMPAS.com - Selama ini, mahasiswa doktoral (S3) sulit lulus karena terhambat indeks Scopus. Demikian diungkapkan Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira.

Untuk itu, ia meminta Kemendikbud Ristek untuk mengkaji kembali prosedur tersebut di Indonesia. Sebab, salah satu syaratnya adalah publikasi penelitian melalui jurnal internasional terindeks Scopus.

"Ini sangat birokratis dan seringkali terhambat karena rezim Scopus. Kita masuk dalam perangkap pada pengakuan Scopus," ujar Andreas seperti dikutip dari laman DPR RI, Jumat (7/1/2022).

Baca juga: Wakil Ketua DPR: Waspada Klaster Sekolah Saat PTM 100 Persen

Ia menilai ada keresahan sebagian besar kalangan dosen atau peneliti serta mahasiswa program doktoral. Tentu terkait indeks Scopus tersebut.

Selain hasil riset yang memenuhi syarat, mereka juga harus merogoh biaya lebih dalam supaya karya ilmiahnya dapat indeks dari Scopus.

"Scopus ini tidak bertanggung jawab dan memberikan reward apapun untuk kepentingan pendidikan tinggi kita," imbuhnya.

Harus mampu besaing skala global

Meski demikian, Andreas mengakui perguruan tinggi Indonesia tetap harus memiliki kriteria akademis dengan standar mutu dan kualifikasi nasional untuk mampu bersaing dalam skala global.

"Ini yang harus menjadi pertimbangan Kemendikbud dalam menilai kualifikasi karya-karya ilmiah dari para akademisi kita. Jadi, tidak mengikuti jalur scopus, tidak berarti kita akan mengobral gelar profesor," jelas dia.

Sebab, hal ini bisa berimplikasi pada saling curiga antarperguruan tinggi mengenai mutu dan kualifikasi gelar profesor antar perguruan tinggi dalam negeri.

Selain itu, jangan sampai dihapuskannya kewajiban publikasi di Scopus tersebut, membuat hilangnya kepercayaan dunia pendidikan baik secara nasional maupun internasional terhadap kualifikasi dunia perguruan tinggi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.