Kompas.com - 04/02/2022, 12:09 WIB

Misalnya dari satu sekolah, tidak mungkin siswa di peringkat terendah diterima sedangkan peringkat tertinggi justru tidak diterima jika memilih prodi sama. Khususnya di jalur SNMPTN yang berdasarkan peringkat dan pemilihan program studi. Peringkat tidak hanya rapor tapi juga prestasi.

Sedangkan di jalur UTBK, hasil ujian bisa diketahui, sehingga tidak mungkin hasil capaian nilai rendah diterima sedangkan yang nilainya tinggi tidak diterima. 

"Kalau ada isu jalur belakang semuanya itu bohong. Selama sukses mengukir prestasi saat SMA dan sukses saat mengikuti tes, maka bisa diterima di PTN yang jadi pilihan," tegas Nizam.

Namun Nizam tak menampik bahwa persaingan masuk PTN sangat ketat. Rasio antara pendaftar dengan ketersedian bangku yang tersedia itu selalu jomplang sekali. Terutama untuk prodi yang favorit, pendaftarnya bisa ratusan untuk satu bangku saja.

Baca juga: Calon Mahasiswa, Catat Jadwal 7 Jalur Masuk Program S1 di IPB

Latar belakang ekonomi bukan jadi pertimbangan

Nizam menambahkan, latar belakang ekonomi juga tidak menjadi pertimbangan masuk PTN. Seolah-olah calon mahasiswa yang membayar tinggi jadi prioritas diterima daripada yang membayar sedikit.

Jumlah yang dibayar sesuai dengan kemampuan orangtua, jangan melebih-melebihkan. Ketika kemampuan orangtua membiayai hanya Rp 5 juta, jangan ditulis Rp 50 juta. Karena hal itu menjadi dasar pembayaran uang kuliah saat diterima.

"Itu tidak berpengaruh diterima atau tidak. Tapi menjadi penentu uang kuliah yang dibebankan ke orangtua sesuai kemampuan orangtua," beber Nizam.

Cermat menentukan prodi

Nizam mengimbau bagi calon mahasiswa yang masih bingung menentukan program studi (prodi) membuka mata dan pengetahuan dengan bertanya ke orang yang sudah berhasil lulus ke PTN.

Baca juga: Yuk Intip 3 Universitas Negeri Terbaik di Korea Selatan

Calon mahasiswa perlu tahu, apa yang dicita citakan. Jangan hanya, katanya atau berdasarkan teman-temannya.

"Ketahui betul apa cita-cita dan passion, lihat orang yang berhasil di bidang itu kuliahnya dimana. Belum tentu pengusaha yang berhasil merupakan lulusan sarjana Manajemen tapi ada juga yang dari jurusan Filsafat. Ketahui apa yang maunya dan apa yang dicita-citakan untuk menentukan prodi," tegas Nizam.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.