Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/02/2022, 09:11 WIB

KOMPAS.com - Sebagai bentuk kasih sayang terhadap anaknya, orangtua kadang membelikan mainan.

Namun saat membeli suatu mainan harus memperhatikan kesesuaian dengan usia anak dan keamanan saat digunakan.

Hal ini untuk menghindari kecelakaan saat anak bermain. Contoh sederhana saat anak bermain susun balok, ketika ada ujung rusak yang memiliki sudut tajam bisa berbahaya bagi anak saat digunakan. 

Merangkum dari laman Paudpedia Kemendikbud Ristek, Selasa (8/2/2022), ada tips yang bisa diterapkan orangtua maupun guru dalam memilih mainan yang aman agar tidak berbahya bagi anak.

Baca juga: Orangtua, Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Anak Berangkat Sekolah

Tips memilih mainan yang aman bagi anak

1. Pilih mainan berdasarkan kebutuhan anak

Pilih mainan yang tepat, faktor usia anak menjadi suatu hal yang harus diperhatikan untuk mempertimbangkan berbagai resiko, misalnya:

  • Risiko tersedak atau keselamatan anak.
  • Keterampilan fisik yang dibutuhkan anak untuk bermain dengan mainan.
  • Kemampuan anak untuk memahami cara menggunakan mainan.
  • Minat, kebutuhan, dan kemampuan pada berbagai tahap perkembangan anak.

Pilih mainan yang terbuat dari bahan alami. Seperti kapas, wol, dan kayu yang tidak dilapisi. Orangtua juga perlu memperhatikan agar menghindari memilih mainan seperti:

  • Mainan kayu tua dengan cat terkelupas, cat mungkin saja mengandung timbal.
  • Pilih mainan yang terbuat dari kain dapat dicuci.
  • Pilih cat, krayon, spidol, dan bahan seni lainnya yang 'tidak mengandung racun', yaitu sudah memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).
  • Beli perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan barang tersebut. Seperti helm, pelindung siku dan lutut saat anak bermain sepeda atau sepatu roda.

Baca juga: Dokter RSND Undip Bagikan 4 Tips Efektif Cegah Tumor Kulit

2. Perhatikan bahaya mainan

Hindari mainan tepi tajam dan titik tajam: Saat memilih mainan, orangtua perlu memperhatikan tepi tajam dan titik tajam. Hindari mainan berbahan plastik tipis yang mudah pecah dan mainan yang sudah berkarat. Selain itu orangtua juga perlu menghindari memberikan mainan dengan bagian logam kepada balita dan bayi.

Mainan yang berukuran kecil: Untuk mencegah tersedak pada anak-anak berusia 3 tahun atau lebih muda, pastikan mainan dan komponen tidak dapat masuk ke dalam lubang hidung, maupun telinga dan mulut. Mainan yang diberikan bagi bayi harus lembut dan cukup besar sehingga tidak dapat tertelan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+