Kompas.com - 12/02/2022, 10:53 WIB

KOMPAS.com - Setelah menyelesaikan masa studi di perguruan tinggi, mahasiswa tentu berharap bisa langsung mendapat pekerjaan.

Namun bisa merintis karier di perusahaan besar sesuai impianmu juga butuh perjuangan. Mempunyai segudang prestasi maupun IPK tinggi juga belum menjadi jaminan kamu bisa langsung mendapat pekerjaan setelah lulus.

Agar kamu bisa cepat mendapat pekerjaan, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Kamu juga perlu membekali diri dengan perilaku yang baik dan keterampilan yang mumpuni.

Merangkum dari laman Universitas Pembangunan Panca Budi, Sumatera Utara, Sabtu (12/2/2022), ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab fresh graduate sulit mendapat pekerjaan. Apa saja? Yuk simak informasi berikut ini.

Baca juga: BBPOM Jakarta Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan D3-S1, Buruan Daftar

1. Kurang memiliki pengalaman magang

Bagi para mahasiswa atau fresh graduate penting untuk diketahui bahwa suatu pengalaman menjadi hal yang krusial di dunia kerja. Sehingga manfaatkan program magang saat masih kuliah agar bisa menambah kompetensimu.

Kamu bisa memanfaatkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dari Kemendikbud Ristek. Melalui program ini, kesempatan mahaiswa bisa magang di perusahaan besar makin terbuka lebar.

2. Memiliki kemampuan komunikasi yang buruk

Dalam dunia kerja memiliki kemampuan komunikasi dengan baik sangatlah penting. Sebab kemampuan komunikasi berguna untuk negosiasi, penyampaian pendapat, presentasi di depan banyak orang, dan banyak hal lainnya.

Meski kamu pintar dan punya IPK tinggi, tetap harus diimbangi dengan kemampuan mengontrol dan menyaring ucapanmu saat berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu kamu juga perlu menghindari perdebatan untuk hal-hal yang tidak penting. Kamu juga harus bisa menerima pendapat dari orang di sekitarmu.

3. Bersikap individualis

Bisa bekerja sama dalam tim menjadi salah satu poin pada kriteria lowongan kerja yang diberikan perusahaan. Pasalnya kerja sama tim sangatlah diperlukan. Sehingga perusahaan mencari kandidat yang mampu berkolaborasi dan bekerja sama dengan baik dalam melaksanakan setiap pekerjaan.

Baca juga: Nadiem Luncurkan Kurikulum Merdeka, Pahami 3 Keunggulannya

 

Orang yang bersifat individualis cenderung, ingin menang sendiri, sulit untuk berkolaborasi dengan orang lain rentan menimbulkan konflik atau masalah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.