Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/02/2022, 06:07 WIB
|

KOMPAS.com - Bagi calon mahasiswa apakah sudah paham perbedaan vokasi dan sarjana? Apakah sudah menentukan jurusan kuliah yang cocok dengan minat dan bakat?

Tapi sebelumnya, apa itu vokasi, dan bagus yang mana dengan pendidikan akademik? Vokasi tentu identik dengan banyak praktik. Sedangkan sarjana lebih ke akademiknya.

Melansir laman Akupintar, berikut ini penjelasan mengenai perbedaan vokasi dan sarjana yang harus dipahami oleh calon mahasiswa.

Baca juga: Yuk Mengenal Lebih Dekat Sekolah Vokasi UGM

Pendidikan vokasi

Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang penguasaan keahlian terapan tertentu.

Atau biasa dikenal juga sebagai program diploma, pendidikan vokasi membekali kita dengan keahlian terapan atau keterampilan teknis yang diperlukan pada bidang pekerjaan tertentu.

Program Vokasi D1

Program Diploma 1 (D1) memiliki masa studi satu tahun atau dua semester dengan beban 32 SKS. Alumni pendidikan vokasi D1 bergelar Ahli Pratama (A.P.), misalnya Ahli Pratama Pelayaran (A.P.Pel.), Ahli Pratama Komputer (A.P.Kom.), atau Ahli Pratama Pariwisata (A.P.Par.).

Program Vokasi D2

Diploma 2 (D2) memiliki masa studi dua tahun atau empat semester dengan beban 64 SKS. Alumni pendidikan vokasi D2 bergelar Ahli Muda (A.Ma.).

Misalnya Ahli Muda Pelayaran (A.Ma.Pel.), Ahli Muda Pendidikan (A.Ma.Pd.), Ahli Muda Perpustakaan (A.Ma.Pust.), Ahli Muda Pengujian Kendaraan Bermotor (A.Ma.P.K.B.), dan lain-lain.

Program Vokasi D3

Diploma 3 (D3) memiliki masa studi tiga tahun atau enam semester dengan beban 112 SKS. Alumni pendidikan vokasi D3 bergelar Ahli Madya (A.Md.).

Misalnya Ahli Madya Akuntansi (A.Md.Akun.), Ahli Madya Asuransi dan Aktuaria (A.Md.A.A.), Ahli Madya Analisis Kesehatan (A.Md.A.K.), Ahli Madya Pelayaran (A.Md.Pel.), dan lain sebagainya.

Baca juga: 15 Kampus Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2022, UI Teratas

Program Vokasi D4

Diploma 4 (D4) memiliki masa studi empat tahun atau delapan semester dengan beban 144 SKS. Alumni pendidikan vokasi D4 bergelar Sarjana Terapan (S.Ter.), misalnya Sarjana Terapan Teknik (S.Tr.T) atau Sarjana Terapan Matematika dan Ilmu Alam (S.Tr.Si).

Pendidikan akademik

Sedangkan pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Dikenal juga sebagai program sarjana, pendidikan akademik lebih bertitik berat pada teori keilmuan.

Pendidikan akademik berjenjang mulai dari S1 (Sarjana), S2, (Magister), hingga S3 (Doktoral).

Program Sarjana S1

Untuk Program Sarjana memiliki masa studi 4 tahun atau 8 semester dengan beban 144–160 SKS. Alumni pendidikan akademik S1 bergelar Sarjana diikuti dengan inisial program studinya, misalnya Sarjana Administrasi Bisnis (S.A.B.), Sarjana Kedokteran (S.Ked.), atau Sarjana Sains (S.Si.).

Program Magister S2

Sedangkan Program Magister memiliki masa studi 2 tahun atau 4 semester dengan beban 36 SKS. Alumni pendidikan akademik S2 bergelar Magister diikuti dengan inisial program studinya, misalnya Magister Administrasi Bisnis (M.A.B.), Magister Kenotariatan (M.Kn.), atau Magister Teknologi Informasi (M.TI.).

Program Doktor S3

Program Doktoral memiliki masa studi 3,5 hingga 5 tahun atau 6 hingga 14 semester. Sama seperti masa studi, beban SKS yang harus dituntaskan juga berbeda di tiap universitas. Khusus untuk alumni pendidikan akademik S3, gelar Doktor ditulis di depan nama, misalnya Doktor Psikologi (Dr.(Psi.)).

Baca juga: UNS Masuk THE Young University Rankings 2022 Bersama 2 PTS Ini

Sementara itu, pendidikan vokasi bertujuan membekali mahasiswa dengan keahlian terapan atau praktik. Komposisi kurikulumnya 60 persen praktik dan 40 persen teori.

Sedangkan pada pendidikan akademik, kita diarahkan pada penguasaan ilmu atau teori. Komposisi kurikulumnya 60 persen teori dan 40 persen praktik.

Tak hanya itu saja, pendidikan akademik lebih terfokus pada penelitian dan inovasi, sementara fokus pendidikan vokasi adalah pada peningkatan kemampuan siap kerja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+