Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/03/2022, 18:35 WIB

KOMPAS.com - Untuk menjaga kesehatan tubuh, gaya hidup harus diatur. Selain olahraga rutin, menjaga pola makan juga sangat berpengaruh pada kesehatan seseorang.

Terlebih saat ini banyak sekali jenis makanan yang tersedia. Sehingga orang harus bijaksana memilih makanan yang dikonsumsi.

Namun pada jenis makanan tertentu, apabila dikonsumsi terlalu banyak dan dalam jangka waktu lama akan berdampak pada kesehatan.

Terutama makanan junk food atau makanan cepat saji yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh.

Baca juga: Kapan SNMPTN 2022 Diumumkan? Catat Tanggal dan Cara Melihat Hasilnya

Bahaya yang ditimbulkan oleh gangguan makan

dr. Tanjung Ayu Sumekar menjelaskan, bahaya yang ditimbulkan oleh gangguan makan antara lain gangguan kardiovaskular seperti penurunan massa otot, denyut jantung melemah, tekanan darah tinggi, masalah pencernaan.

"Gangguan kardiovaskular juga bisa berupa gangguan tidur, gangguan sistem rangka atau tulang, perubahan hormon, dan lain sebagainya," papar dr. Tanjung Ayu Sumekar seperti dikutip dari laman Undip, Sabtu (26/3/2022).

Penjelasan ini disampaikan dalam edukasi online dengan mengangkat topik "Gangguan Makan: Berbahayakah?" yang diadakan oleh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Psikiatri Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip).

Baca juga: Cerita Tiara, Wisudawan Termuda ITS Lulus Sarjana di Usia 19 Tahun

Seminar ini bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Cabang Semarang menggandeng dua narasumber kompeten di bidangnya, yaitu dr. Hang Gunawan Asikin dan dr. Tanjung Ayu Sumekar.

"Dalam mendiagnosis kondisi gangguan makan, kita harus melihat apakah itu termasuk gangguan psikis, gangguan pencernaan, kondisi komorbiditas, atau gejala ini merupakan kumpulan dari penyakit-penyakit," tutur dr. Hang Gunawan Asikin.

Anorexia nervosa lebih berisiko dari depresi

Menurut Tanjung Ayu Sumekar, bahwa gejala gangguan makan seperti anorexia nervosa lebih berisiko dari depresi. Anorexia nervosa juga memiliki angka kematian lebih tinggi dari gejala gangguan makan lainnya.

Baca juga: Kapan Pendaftaran UTBK SBMPTN 2022 Ditutup? Cek Jadwal dan Materi Tes

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+