Kompas.com - 25/04/2022, 11:53 WIB

KOMPAS.com - Survei bertajuk "Consumers Attitudes Toward Sustainable Packaging" yang dirilis McKinsey mengungkapan, sejak pandemi Covid-19 menyeruak, mayoritas masyarakat dunia menjadi sangat berhati-hati dalam memilih produk makanan.

Di Indonesia misalnya, sebanyak 89 persen konsumen mengungkapkan mengutamakan makanan yang dikemas secara higienis sehingga tidak terkontaminasi virus.

Namun, penggunaan plastik sebagai bahan baku kemasan membuat limbah plastik menjadi isu krusial dalam beberapa tahun terakhir.

Plastic Bank Indonesia menyebutkan, Indonesia menghasilkan 7,8 juta ton sampah plastik setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, 4,9 juta ton sampah plastik tak dikelola dengan baik.

Baca juga: Pertamina Foundation Buka Lowongan Kerja Lulusan S1 Banyak Jurusan

Tim Mahasiswa Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina hadir dengan solusi produk kemasan ramah lingkungan.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Hermawan Davied Kusuma, Rohma Herlina, dan Arif Fajar Nursidik.

“Green lifestyle, sustainable lifestyle, dan zero waste di kalangan Millennial dan Gen Z saat ini trennya sedang naik. Mereka getol mendukung dan menggunakan merek yang memberikan perhatian pada lingkungan berkelanjutan. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, inovasi green packaging ini, menurut kami cocok untuk menjadi salah satu sarana edukasi dan kampanye,” ungkap Davied dalam keterangan tertulis Universitas Pertamina.

Kemasan ramah lingkungan yang digagas oleh Davied dan tim, terutama dibuat untuk mengemas daging.

“Kami amati di pasaran, kemasan ramah lingkungan untuk produk daging segar masih sangat sedikit. Karena, daging yang merupakan produk fresh food kualitasnya dapat menurun akibat pertumbuhan mikroba. Sehingga, kemasannya tentu harus dapat mengurangi tingkat oksidasi dan mempertahankan lipid dari protein pada daging,” tutur Davied.

Baca juga: Beasiswa S1 Universitas Pertamina 2022, Kuliah Gratis dan Uang Saku

Kemasan ramah lingkungan tersebut, lanjut Davied, terbuat dari edible vakum film dengan kombinasi pencampuran karagenan dan daun jati.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.