Kompas.com - 29/04/2022, 13:07 WIB
|

KOMPAS.com - Tahun ini, pemerintah memberikan kebijakan bahwa masyarakat boleh mudik Lebaran. Maka tak heran jika di beberapa daerah mulai ramai para pemudik.

Biasanya, orang mudik pada saat Hari Raya Idul Fitri. Maka jika mendekati Lebaran, banyak orang yang bersiap untuk mudik ke kampung halaman.

Karena, dengan mudik ke kampung halaman, kita bisa melepas rindu dengan keluarga tercinta, kerabat, sahabat maupun tetangga dekat.

Baca juga: Mahasiswa Berprestasi IPB: Mudik Jadi Sarana Healing

Tapi, para siswa yang masih duduk di bangku sekolah apakah sudah paham asal-usul atau sejarah mudik di Indonesia?

Merangkum akun Instagram Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar), Kamis (28/4/2022), ini sejarah mudik di Indonesia:

Sejarah mudik

Ternyata, tradisi mudik sudah ada sebelum zaman Kerajaan Majapahit. Pada zaman dahulu, para perantau pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga.

Tentu yang masih menetap di desa atau mereka pulang kampung untuk berziarah kubur dan membersihkan makam keluarga.

Asal kata mudik

Di dalam bahasa Jawa, mudik berarti "mulih dilik" yang berarti pulang sebentar saja. Namun, mudik juga bisa diambil dari bahasa Betawi yang artinya "menuju udik" (pulang kampung).

Moda transportasi

Sedangkan untuk kendaraan pribadi tetap menjadi favorit masyarakat. Sebab, bisa langsung digunakan hingga sampai di kampung halaman.

Baca juga: Siswa, Ini Pengertian Zakat dan Manfaatnya

Namun, sebagian masyarakat juga menggunakan alat transportasi umum, seperti bus, pesawat, kapal laut, kereta api, dan lainnya.

Mudik sebagai ajang berbagi dan silaturahmi

Tradisi mudik biasanya untuk bersilaturahmi, melepas rindu dengan keluarga, kerabat, sahabat maupun tetangga dekat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.