Kompas.com - 30/04/2022, 19:00 WIB

KOMPAS.com - Bukan hanya menjadi platform yang menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan, Rapor Pendidikan turut menjadi penyempurna dari rapor mutu sebelumnya. Orientasi terhadap mutu pendidikan dan sistem terintegrasi lebih ditekankan pada kebijakan evaluasi sistem pendidikan yang baru.

Setelah melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) beberapa waktu lalu, kini hasil ANBK pun tervisualisasikan dalam platform rapor pendidikan. Hal ini dapat memudahkan baik pemerintah daerah (Pemda) maupun satuan pendidikan mengakses hasil ANBK untuk bahan evaluasi pendidikan.

Pasalnya, Rapor Pendidikan memberikan informasi tentang hasil evaluasi pendidikan berupa Asesmen Nasional bersama sumber data lainnya. Dengan sistem tersebut, satuan pendidikan dan pemerintah daerah dapat membuat perencanaan kebijakan dan program pendidikan secara lebih terarah, sehingga tercapai tujuan-tujuan pendidikan berkualitas.

Baca juga: Pendaftaran BPI 2022 Dibuka, Kemendikbud Siapkan 3.000 Beasiswa S1-S3

dalam rangka menindaklanjuti hasil Sesmen Nasional yang sudah dirilis oleh Kemendikbudristek beberapa waktu lalu, Eko Warisdiono selaku Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Sekolah Dasar, menggelar webinar tentang bagaimana platform Rapor Pendidikan akan mendukung hasil Asesmen Nasional tersebut.

“Kementerian secara komprehensif ingin merancang suatu sistem pendidikan yang terintegrasi, berteknologi dan berbasis data. Nah tiga hal inilah yang akan kita kompilasi untuk peningkatan mutu pendidikan,” kata Eko Warisdiono (20/4/2022), seperti dilansir dari laman Direktorat SMP Kemendikbud.

Satuan pendidikan lebih mudah memiliki data hasil evaluasi melalui Rapor Pendidikan ini. Sifatnya yang terintegrasi membuat semua aktivitas satuan pendidikan bisa digunakan secara komprehensif, sehingga diharapkan pendidikan di sekolah dasar terencana dengan baik menggunakan basis data.

Baca juga: Kemendikbud Buka Beasiswa 2022 bagi Guru PAUD dan SD, Segera Daftar

“Kita harus tunjukan kepada masyarakat bahwa apa yang dikerjakan oleh satuan pendidikan dan kementerian semuanya berawal dari suatu permasalahan yang ada sebagai cerminan dari hasil Asesmen Nasional. Oleh karena itu mari kita manfaatkan webinar ini untuk bisa berinteraksi langsung dengan narasumber-narasumber hebat kita. Sehingga nanti bisa memberikan pemahaman dalam merancang dan menyusun perencanaan untuk satuan pendidikan melalui rapor pendidikan,” jelasnya.

Di waktu bersamaan, Rahmah Zulaiha selaku Pengembang Penilaian Pendidikan Ahli Madya Pusmendik, Kemendikbudristek mangatakan, tujuan dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah melakukan pembelajaran yang asimetris, adaptif dan tentunya disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa.

“Kalau kita memberikan beban yang terlalu banyak untuk siswa yang kemampuan kognitifnya belum mampu, tentunya anak-anak ada keterpaksaan. Jika anak terpaksa akibatnya nanti dia putus asa. Tetapi kalau sebaliknya, anak diberi beban yang ringan dibandingkan dengan kemampuannya, tentunya nanti akan memberikan peluang. Jika ia merasa bosan dengan tugas ringan, maka bisa ditambahkan dengan tugas yang cukup berat,” paparnya.

Terdapat 4 tingkat yang dipetakan oleh AKM, baik itu literasi maupun numerasi, yaitu mulai dari tingkat yang paling bawah adalah “perlu intervensi khusus”, kemudian tingkat di atasnya adalah “dasar”, lalu “cakap”, dan paling tinggi adalah “mahir.”

Baca juga: Beasiswa Guru Training ke Jepang 2022, Tunjangan Rp 17 Juta Per Bulan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.